BCM/ 13/ Ilmu Nikah/
CIDIS/ 091215
Membangun Keluarga
Surgawi
Part 5
Cinta Terlarang
Bagian Dua
Pacaran
Dalam perbuatan pacaran
biasanya terjadi banyak hal yang terlarang, dan kadang ini yang (pasti) terjadi
dalam pacaran. Seperti misalnya, lamunan-lamunan tidak syar'i, pengaruh
terhadap hati (niat) dan motivasi, menyatakan rasa cinta, sentuhan-sentuhan,
membuat orang bersikap tidak apa adanya (baik lisan, penampilan dan perbuatan
lainnya), berkhalwat (berdua-duaan), boncengan, nge-date, kencan, nonton bareng
dan lainnya yang terlalu vulgar untuk dituliskan.
Pacar bukanlah jalan
mencari pasangan (suami atau isteri) terbaik. Pacaran hanya akan mendapatkan 'pacar
terbaik'. Saat pacaran hanya akan terlihat indah, karena baik laki-laki maupun
perempuan (hanya) akan memperlihatkan hal-hal yang indah saja. Sehingga, bagi
yang berlanjut ke pernikahan, hal-hal 'indah' tersebut sudah bukan lagi hal
yang istimewa atau kejutan penuh berkah. Bersebab, sudah dirasakan terlebih
dahulu dalam ikatan yang salah. Laksana 'mencicipi' bumbu-bumbu yang sayurnya
justru belum di masak.
Cinta yang benar
(sehat) tidaklah menuntut apa-apa, jika belum ada ikrar halal atasnya. Cinta hanya
dibuktikan dengan menghalalkannya atau mengikhlaskannya. Maksudnya adalah halal
dalam pernikahan suci karenaNYA, atau ikhlas guna fokus dalam menyiapkan dan
memantaskan diri dengan kedekatan penuh kepadaNYA.
Cinta terlarang, dalam
hal ini pacaran dan segala artibut-artibutnya bisa saja menjadi salah satu
pintu dosa. Hati yang tak lagi khusyu' karena selalu mengingat kekasih. Mata
yang mencuri pandang ataupun saling menatap. Tangan dan kulit yang menyentuh.
Niat dan motivasi yang kadang terlenakan. Sangat halus, dan syatan bermain
sangat halus.
Ingatlah sebuah kisah,
dimana ada seorang ahli ibadah dalam keadaan buta. Setiap hari ia datangi
masjid dengan dituntun seseorang. Namun, suatu ketika si 'penuntun' itu
meninggal dunia.
Karena kuatnya dorongan
untuk kian dekat denganNYA. Si buta akhirnya pergi ke masjid sendiri tanpa di
tuntun. Dan terjatuhlah si buta di tengah perjalanan, luka berdarah mukanya.
Lalu, suatu saat
datanglah 'penuntun' baru si buta untuk mengantarkan pergi ke masjid. Si buta
terus di antarkan ke masjid setiap harinya. Akan tetapi, si buta merasa ada
yang berbeda dengan 'penuntun' sebelumnya. Ada apa gerangan.
Ditanyalah oleh si buta
kepada 'penuntun' baru ini. 'Penuntun' baru pun hanya terdiam. Si buta kembali
bertanya, dan 'penuntun' diam. Si buta terus
bertanya kepada si 'penuntun' baru. Siapa gerangan dikau? Akhirnya
'penuntun' baru berterus terang. Dia adalah iblis.
Luar biasa. Iblis
membantu mengantarkan ke masjid hamba ahli ibadah? Ya, karena ternyata iblis
mendengar ketika ahli ibadah yang buta ini terjatuh dan luka. Setengah dosa
dari ahli ibadah ini terampuni oleh Allah ta'ala.
Iblis tidak mau ketika
ahli ibadah yang buta ini terjatuh lagi dan diampuni semua dosanya. Artinya
sebegitu 'serius' perjuangan syaitan membuat manusia jauh dariNYA dan dekat
dengannya.
Ingat ! Pacaran hanya
akan membuat seseorang jauh dariNYA. Pacaran hanya akan membuat seseorang dekat
dengan si dia. Fikiran, lamunan, aktivitas dan lainnya tercurah hanya untuk si
dia. Dan itu yang diingini syaitan. Dan sesiapa yang masuk perangkap syaitan,
dan jauh dariNYA. Maka, sejatinya ia adalah "teman" syaitan itu
sendiri. Bertaubatlah.
Namanya pacaran, ia
akan sering berdua-dua an. Inilah khalwat (berdua-duaan) atau mojok. Baik di tempat
ramai atau di tempat sepi. Karena khalwat adalah ketika dua orang lawan jenis
berdua-dua an dan tidak mau jika ada orang ketiga datang. Terganggu dan risih
jika ada yang datang, walaupun hanya ditampakkan dalam hati.
Sekecil apapun
pelanggaran, maka itu adalah pintu dosa. Dan bahkan boleh jadi dosa terbesar
kita adalah menganggap kecil pelanggaran-pelanggaran itu.
Rasa cinta adalah
fitrah, dan menuntut jalan yang suci dalam mengekspresikannya. Jangan sampai
menjurus kepada perangkap-perangkap syaitan. Karena sesungguhnya itu bukanlah
cinta, namun nafsu belaka. Jangan sampai pula, karena salah dalam menampakan
rasa cinta, justru menjadi tandingan terhadap cinta kepada Allah ta'ala.
Na'udzubillahi min dzalik.
"Dan katakanlah
kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga (sebagian) pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat." (TQS. An-Nuur: 30)
"Dan katakanlah
kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga (sebagian) pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, ....................... " (TQS. An-Nuur: 30)
"Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh kalian.
Karena sesungguhnya syaithan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala." (TQS. Fathir: 06)
"Syaitan itu
memberikan janji-janji pada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada
mereka, padahal tiadalah syaitan itu menjanjikan kepada mereka selain tipuan
belaka." (TQS. An-Nisaa': 120)
"Dan di antara
manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah
ta'ala. Mereka mencintai sebagaimana mereka mencintai Allah ta'ala. Padahal,
orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah ta'ala ............
."(TQS. Al-Baqarah: 165)
"Telah tertulis
atas anak Adam nasibnya dari zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tidak bisa
tidak. Maka kedua mata, zinanya adalah dengan memandang. Kedua telinga, zinanya
berupa menyimakdengarkan. Lisan, zinanya berkata. Tangan, zinanya menyentuh. Kaki,
zinanya berjalan. Dan zinanya hati adalah ingin dan angan-angan. Maka akan
dibenarkan hal ini oleh kemaluan, atau didustakannya." (HR. Muslim, dari
Abu Hurairah)
"Janganlah seorang
laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita bukan mahramnya, dan janganlah seorang
wanita bepergian kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Dari Jabir ibn
'Abdillah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang
tiba-tiba. Beliau bersabda: Palingkan segera pandanganmu!" (HR. Ahmad,
Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
"Pandangan adalah
anak panah beracun dari anak panah iblis. Siapapun yang menghindarkannya karena
takut kepada Allah, Allah akan mengaruniakan keimanan, yang ia temui rasa
manisnya di dalam hati." (HR. Al-Hakim)
Beliau bersabda, Dari Ibnu
Umar bin Al-Khaththab rahimahullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda,“Tidaklah seorang pria yang berduaan dengan seorang wanita, kecuali
yang ketiganya adalah syaitan.” (HR. Imam At-Tirmidzi)
Akhukum fillah,
al Faqir Abu Sulthan
@lutfisarif
ππππ
BERSAMBUNG ....
Like
http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow Instagram IG: permencidis >>
instagram.com/permencidis l http://t.co/ulj07boRdR
PIN BBM : 57480AA3
Blog:
permencidis.blogspot.com
Channel CIDIS
Semangat Belajar CIDIS π
CIDIS Mendunia,
Tersebar Karena Cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar