Sungguh, ini semua
membutuhkan perjuangan dan kesabaran yg berlipat-lipat.
Di antara faktor
terpenting yg menjadikan seseorang memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi
semua masalah dalam hidup berkeluarga adalah menjadikan keluarganya bervisi
surga.
Keluarga yang bervisi
surga seperti ini tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh ombak masalah yg
setiap hari datang menghampiri.
Karena ia lalui itu
semua dgn kesabaran, dan berdoa agar itu menjadi amal yg bisa meleburkan
dosanya dan meninggikan derajatnya, di akhirat kelak.
Betapa penulis terharu
ketika mendengar kisah yang dipaparkan oleh seorang ustadz dalam kajian bulanan
di Sukoharjo pagi itu. Ustadz yg biasa menjadi konsultan keluarga itu bercerita
:
Ketika itu ada seorang
suami yg datang menghampiri si ustadz. Setelah mengucap salam dan berbasa-basi,
ia mengatakan bahwa ia harus memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi
istrinya.
Karena istrinya ini di
samping berusia lebih tua dari dirinya, wajahnya yg tak cantik, suka marah2,
dia juga tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Yang mengerjakan semua
pekerjaan rumah tangga adalah dirinya.

Karena jika istrinya
sampai mengerjakan pekerjaan rumah tangga sedikit saja, maka badannya akan
terlihat lelah dan letih sehingga harus dipijitin semalaman, yg itu jauh lebih
melelahkan si suami daripada ia sendiri yg harus melakukan pekerjaan itu semua.
Perlu kita tahu,
separuh tubuh si istri ini juga mati sebelah, atau lumpuh separoh.
Ketika mendengar itu
semua, si ustadz bertanya, “Kenapa tidak kamu cerai saja istri yg seperti itu
?” pertanyaan ini ditujukan kepada lelaki memiliki wajah yg tampan dan tentunya
tidak akan sulit untuk menemukan pengganti istrinya.
Jawabnya, “Tidak
ustadz. Untuk saat ini, saya masih bisa bersabar menghadapinya. Karena dialah jawaban dari shalat istikharah yg saya
lakukan.
Saya berharap
kesabaran ini bisa menghapus dosa2 saya, dan meninggikan derajat saya di
akhirat nanti.”
Lanjutnya, “Pun saya
juga memikirkan, bagaimana kondisi istri saya nanti jika saya ceraikan; adakah
lelaki yg mau mendampingi wanita yg usianya lebih tua dari saya, tidak cantik,
pemarah dan lumpuh separoh tubuhnya ??”
Jawaban itu membuat
hati si ustadz terharu, dan beliau mengatakan, “Saya hampir menitikkan airmata
ketika mendengar jawabannya.
Ternyata masih ada
seorang lelaki yg berhati mulia, di zaman serba materialistis seperti saat
ini.”
Keluarga Bervisi Surga..

Apa yg menjadikan
suami yg istrinya berusia lebih tua dari
dirinya, pemarah, tubuhnya lumpuh separoh, dan wajahnya tidak cantik itu mampu
bersabar ? Jawabannya adalah karena si suami menjadikan keluarganya bervisi
surga.
Ia jadikan hidup
berkeluarga sebagai jalan untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya,
menggugurkan dosa-dosanya dan meninggikan derajatnya.
Dan juga, ia jadikan
bahtera keluarganya berlabuh di surga nanti, bersama-sama. Ia tidak ingin menjadi
keluarga yg berkumpul di dunia saja. Karena visinya adalah surga. Surga adalah
tujuan terakhir dari keluarga yg dibinanya.
Sebagaimana kita
cemburu dengan kesabaran lelaki akhir zaman di atas, kita juga
cemburu dgn keluarga Abu Darda’ yg bervisi surga.
Sebagaimana kita tahu,
Ummu Darda’ adalah shahabiyah yg memiliki keindahan budi, kebagusan agama dan
kejelitaan rupa, sehingga sepeninggal Abu Darda’, Mu’awiyah datang untuk
meminangnya, namun Ummu Darda’ menolak.
Kisah unik ini
diabadikan oleh Ibnul Jauzi dalam Shifah Ash-Shafwah (1/641).
Dari Luqman bin Amir,
dari Ummu Darda’ bahwa ia pernah berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Abu Darda’
meminangku, lalu Engkau menikahkan aku dengannya di dunia, ya Alah, maka aku
meminangnya kepada-Mu, dan meminta-Mu agar Engkau berkenan menikahkan aku
dengannya di akhirat.”
Abu Darda’ kemudian
menanggapi, “Jika kamu memang benar ingin seperti itu, padahal aku adalah suami
pertamamu, maka janganlah kamu menikah lagi sepeninggalku nanti.”
Luqman bin Amir
melanjutkan, “Ummu Darda’ memiliki kecantikan.
Maka sepeninggal Abu
Darda’, Muawiyah datang ingin melamarnya.
Lalu Ummu Darda’
menjawab, “Tidak, demi Allah, aku tidak akan menikah lagi di dunia, hingga aku
menikah dgn Abu Darda’ di surga –insyaALlah.’”
MasyaAllah! visi
keluarga Abu Darda’ dan istrinya adalah surga.
Di antara ciri bahwa
sebuah keluarga itu bervisi surga adalah keluarga tersebut menghadirkan visi
tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan membandingkan masalah yg dihadapi dgn
visi surga yg dimiliki, sehingga masalah yg kecil mudah diselesaikan dan bisa
toleran terhadap kekurangan pasangan.
By : Ibnu Abdil Bari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar