BCM/12/Sirah
Shahabiyah/CIDIS/081215
Nama
beliau adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Beliau seorang wanita dari Quraisy
wanita dari Bani Amir bin Lu’ai dan ia pernah menjadi istri Abu al-Akr
ad-Dausi.
Beliau
merasa simpati hatinya dgn Islam sejak masih di Mekah hingga menjadi mantaplah
iman di hatinya dan beliau memahami kewajiban dirinya terhadap din yg lurus
sehingga beliau mempersembahkan hidupnya utk menyebarkan dakwah tauhid
meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu muhammadur
rasulullahi.
Mulailah
Ummu Syuraik bergerak utk berdakwah dan mengajak wanita-wanita Quraisy secara
sembunyi-sembunyi. Beliau berdakwah kepada mereka memberikan dorongan-dorongan
agar mereka masuk Islam tanpa kenal lelah dan jemu. Beliau menyadari resiko yg
akan menimpa dirinya baik pengorbanan maupun penderitaan serta resiko yg telah
menghadangnya berupa gangguan dan siksaan terhadap jiwa dan harta. Akan tetapi
iman bukanlah sekedar kalimat yg diucapkan oleh lisan melainkan iman pada
hakikatnya memiliki konsekuensi dan amanah yg mengandung beban dan iman berarti
jihad yg membutuhkan kesabaran.
Takdir
Allah menghendaki setelah masa berlalu beberapa lama mulailah hari-hari ujian
hari-hari menghadapi cobaan yg mana aktivitas Ummu Syuraik ra telah diketahui
penduduk Mekah. Akhirnya mereka menangkap beliau dan berkata “Kalaulah bukan
krn kaum kamu kami akan tangani sendiri. Akan tetapi kami akan menyerahkan kamu
kepada mereka.” Ummu Syuraik berkata “Maka datanglah keluarga Abu al-Akr
kepadaku kemudian berkata ‘Jangan-jangan engkau telah masuk kepada agamanya ?’
Beliau berkata ‘Demi Allah aku telah masuk agama Muhammad’. Mereka berkata
‘Demi Allah aku akan menyiksamu dgn siksaan yg berat’.
Kemudian
mereka membawaku dari rumah kami kami berada di Dzul Khalashah mereka ingin
membawaku ke sebuah tempat dgn mengendarai seekor onta lemah yakni kendaraan
mereka yg paling jelek dan kasar. Mereka memberiku makan dan madu akan tetapi
tidak memberikan setetes air pun kepadaku. Hingga manakala tengah hari dan
matahari telah terasa panas mereka menurunkan aku dan memukuliku kemudian
mereka meninggalkanku di tengah teriknya matahari hingga hampir-hampir hilang
akalku pendengaranku dan penglihatanku. Mereka melakukan hal itu selama tiga
hari. Tatkala hari ketiga mereka berkata kepadaku ‘Tinggalkanlah agama yg telah
kau pegang!’ Ummu Syuraik berkata ‘Aku sudah tidak lagi dapat mendengar
perkataan mereka kecuali satu kata demi satu kata dan akau hanya mmeberikan
isyarat dgn telunjukku ke langit sebagai isyarat tauhid’.”
Ummu
Syuraik melanjutkan “Demi Allah tatkala aku dalam keadaan seperti itu ketika
sudah berat aku rasakan tiba-tiba aku mendapatkan dinginnya ember yg berisi air
di atas dadaku maka aku segera mengambilnya dan meminumnya sekali teguk.
Kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihat ternyata ember tersebut
menggantung antara langit dan bumi dan aku tidak mampu mengambilnya. Kemudian
ember tersebut menjulur kepadaku utk yg kedua kalinya maka aku minum darinya
kemudian terangkat lagi. Aku melihat ember tersebut berada antara langit dan
bumi. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku utk yg ketiga kalinya maka aku
minum darinya hingga aku kenyang dan aku guyurkan ke kepala wajah dan bajuku.
Kemudian mereka keluar dan melihatku seraya berkata ‘Dari mana engkau dapatkan
air itu wahai musuh Allah’. Beliau menjawab ‘Sesungguhnya musuh Allah adl
selain diriku yg menyimpang dari agama-Nya. Adapun pertanyaan kalian dari mana
air itu maka itu adl dari sisi Allah yg dianugerahkan kepadaku’. Mereka
bersegera menengok ember mereka dan mereka dapatkan ember tersebut masih
tertutup rapat belum terbuka. Lalu mereka berkata ‘Kami bersaksi bahwa Rabbmu
adl Rabb kami dan kami bersaksi bahwa yg telah memberikan rizki kepadamu di
tempat ini setelah kami menyiksamu adl Dia Yang Mensyari’atkan Islam’.”
Akhirnya
masuklah mereka semuanya ke dalam agama Islam dan semuanya berhijrah bersama
Rasulullah saw dan mereka mengetahui keutamaanku atas mereka dan apa yg telah
dilakukan Allah terhadapku. Semoga Allah merahmati Ummu Syuraik yg telah
mengukir sebaik-baik contoh dalam berdakwah ke jalan Allah dalam hal keteguhan
dalam memperjuangkan iman dan akidahnya dan dalam bersabar di saat menghadapi
cobaan serta berpegang kepada tali Allah.. Marabahaya tidak menjadikan beliau
kendor ataupun lemah yg mengakibatkan beliau bergeser walaupun sedikit utk
menyelamatkan jiwanya dari kematian dan kebinasaan. Akan tetapi hasil dari
ketegaran beliau Allah memuliakan beliau dan menjadikan indah pandangan matanya
dgn masuknya kaumnya ke dalam agama Islam. Inilah target dari apa yg
dicita-citakan oleh seorang muslim dalam berjihad. Rasulullah saw bersabda yg
artinya
“Sungguh
seandainya Allah memberikan hidayah kepada satu orang krn dakwahmu maka itu lbh
baik dari onta yg merah .” Sumber Nisaa’ Haular Rasuuli Mahmud Mahdi
al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi Al-Islam - Pusat Informasi dan
Komunikasi Islam Indonesia
sumber
file al_islam.chm
Ummu
Syuraik al-Qurasyiah - Seorang Wanita Da’iyah -
http://googleweblight.com/?lite_url=http://beritaislamimasakini.com/ummu-syuraik-al-qurasyiah-seorang-wanita-da-iyah.htm&ei=FrjQgUI-&lc=id-ID&s=1&m=516&ts=1449501032&sig=ALL1Aj4rgqgQHOwIf4NbJkK98SIpUDlhnA
Like
FB CIDIS dan follow Instagram IG: permencidis >> l http://t.co/ulj07boRdR
PIN
BBM : 57480AA3
Blog:
permencidis.blogspot.com
Channel CIDIS
Semangat
Belajar CIDIS 😊
CIDIS
Mendunia, Tersebar Karena Cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar