Pages

Kamis, 17 Desember 2015

Ghaziyah binti Jabir bin Hakim.

BCM/12/Sirah Shahabiyah/CIDIS/081215

Nama beliau adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Beliau seorang wanita dari Quraisy wanita dari Bani Amir bin Lu’ai dan ia pernah menjadi istri Abu al-Akr ad-Dausi.


Beliau merasa simpati hatinya dgn Islam sejak masih di Mekah hingga menjadi mantaplah iman di hatinya dan beliau memahami kewajiban dirinya terhadap din yg lurus sehingga beliau mempersembahkan hidupnya utk menyebarkan dakwah tauhid meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu muhammadur rasulullahi.


Mulailah Ummu Syuraik bergerak utk berdakwah dan mengajak wanita-wanita Quraisy secara sembunyi-sembunyi. Beliau berdakwah kepada mereka memberikan dorongan-dorongan agar mereka masuk Islam tanpa kenal lelah dan jemu. Beliau menyadari resiko yg akan menimpa dirinya baik pengorbanan maupun penderitaan serta resiko yg telah menghadangnya berupa gangguan dan siksaan terhadap jiwa dan harta. Akan tetapi iman bukanlah sekedar kalimat yg diucapkan oleh lisan melainkan iman pada hakikatnya memiliki konsekuensi dan amanah yg mengandung beban dan iman berarti jihad yg membutuhkan kesabaran.


Takdir Allah menghendaki setelah masa berlalu beberapa lama mulailah hari-hari ujian hari-hari menghadapi cobaan yg mana aktivitas Ummu Syuraik ra telah diketahui penduduk Mekah. Akhirnya mereka menangkap beliau dan berkata “Kalaulah bukan krn kaum kamu kami akan tangani sendiri. Akan tetapi kami akan menyerahkan kamu kepada mereka.” Ummu Syuraik berkata “Maka datanglah keluarga Abu al-Akr kepadaku kemudian berkata ‘Jangan-jangan engkau telah masuk kepada agamanya ?’ Beliau berkata ‘Demi Allah aku telah masuk agama Muhammad’. Mereka berkata ‘Demi Allah aku akan menyiksamu dgn siksaan yg berat’.


Kemudian mereka membawaku dari rumah kami kami berada di Dzul Khalashah mereka ingin membawaku ke sebuah tempat dgn mengendarai seekor onta lemah yakni kendaraan mereka yg paling jelek dan kasar. Mereka memberiku makan dan madu akan tetapi tidak memberikan setetes air pun kepadaku. Hingga manakala tengah hari dan matahari telah terasa panas mereka menurunkan aku dan memukuliku kemudian mereka meninggalkanku di tengah teriknya matahari hingga hampir-hampir hilang akalku pendengaranku dan penglihatanku. Mereka melakukan hal itu selama tiga hari. Tatkala hari ketiga mereka berkata kepadaku ‘Tinggalkanlah agama yg telah kau pegang!’ Ummu Syuraik berkata ‘Aku sudah tidak lagi dapat mendengar perkataan mereka kecuali satu kata demi satu kata dan akau hanya mmeberikan isyarat dgn telunjukku ke langit sebagai isyarat tauhid’.”


Ummu Syuraik melanjutkan “Demi Allah tatkala aku dalam keadaan seperti itu ketika sudah berat aku rasakan tiba-tiba aku mendapatkan dinginnya ember yg berisi air di atas dadaku maka aku segera mengambilnya dan meminumnya sekali teguk. Kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihat ternyata ember tersebut menggantung antara langit dan bumi dan aku tidak mampu mengambilnya. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku utk yg kedua kalinya maka aku minum darinya kemudian terangkat lagi. Aku melihat ember tersebut berada antara langit dan bumi. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku utk yg ketiga kalinya maka aku minum darinya hingga aku kenyang dan aku guyurkan ke kepala wajah dan bajuku. Kemudian mereka keluar dan melihatku seraya berkata ‘Dari mana engkau dapatkan air itu wahai musuh Allah’. Beliau menjawab ‘Sesungguhnya musuh Allah adl selain diriku yg menyimpang dari agama-Nya. Adapun pertanyaan kalian dari mana air itu maka itu adl dari sisi Allah yg dianugerahkan kepadaku’. Mereka bersegera menengok ember mereka dan mereka dapatkan ember tersebut masih tertutup rapat belum terbuka. Lalu mereka berkata ‘Kami bersaksi bahwa Rabbmu adl Rabb kami dan kami bersaksi bahwa yg telah memberikan rizki kepadamu di tempat ini setelah kami menyiksamu adl Dia Yang Mensyari’atkan Islam’.”


Akhirnya masuklah mereka semuanya ke dalam agama Islam dan semuanya berhijrah bersama Rasulullah saw dan mereka mengetahui keutamaanku atas mereka dan apa yg telah dilakukan Allah terhadapku. Semoga Allah merahmati Ummu Syuraik yg telah mengukir sebaik-baik contoh dalam berdakwah ke jalan Allah dalam hal keteguhan dalam memperjuangkan iman dan akidahnya dan dalam bersabar di saat menghadapi cobaan serta berpegang kepada tali Allah.. Marabahaya tidak menjadikan beliau kendor ataupun lemah yg mengakibatkan beliau bergeser walaupun sedikit utk menyelamatkan jiwanya dari kematian dan kebinasaan. Akan tetapi hasil dari ketegaran beliau Allah memuliakan beliau dan menjadikan indah pandangan matanya dgn masuknya kaumnya ke dalam agama Islam. Inilah target dari apa yg dicita-citakan oleh seorang muslim dalam berjihad. Rasulullah saw bersabda yg artinya
“Sungguh seandainya Allah memberikan hidayah kepada satu orang krn dakwahmu maka itu lbh baik dari onta yg merah .” Sumber Nisaa’ Haular Rasuuli Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm


Like FB CIDIS dan follow Instagram IG: permencidis >>  l http://t.co/ulj07boRdR

PIN BBM : 57480AA3


Channel CIDIS

Semangat Belajar CIDIS 😊

CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar