Pages

Minggu, 27 Maret 2016

Merindukan Senin Yang Barokah

Assalamualaikum sahabat muslimah 😊
Ngomong-ngomong masalah hari Senin, pasti kita fokus pada aktifitas kita setelah libur satu hari di hari Minggu.
.
Pernah saya temui banyak yang mengeluh di sosial media karna harus bertemu depan hari senin 🙈🙈 misal :
1. "Senin lagi senin lagi, sekolah lagi, upacara lagi" 😓
2. "Udah Senin lagi, kerja lagi, duh.. Mager nih" 😒😓
3. "Senin ya ? Bisa gak dalam satu minggu hariny di tambah satu hari lagi, masih kurang nih libur 24jam nya" 😓😓
.
Sahabat, mari kita telaah baik-baik. Sahabat tahu kan bahwa Nabi Muhammad SAW di lahirkan tepat pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun Gajah ?, dimana pada waktu itu bertepatan dengan peristiwa pasukan Gajah yang di pimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yang ingin menghancurkab ka'bah. Namun sebelum sampai ke kota Makkah mereka di serang oleh pasukan burung yang membawa batu-batu kerikil panas (lihat QS. Al-Fil : 1-5).
.
Nah dari kisah diatas, sepantasnya kita melatih diri untuk tidak mengeluh ketika hari Senin tiba, mengapa demikian ? Karena alangkah baiknya kita mengingat hari kelahiran nabi Muhammad SAW 😊 ,nabi Muhammad  SAW adalah satu-satunya rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan. Dimana nabi Muhammad SAW mengajarkan kita tentang ibadah dan keakhiratan, tidak hanya itu saja, namun juga urusan-urusan duniawi yang mencakup semua sisi kehidupan manusia, mulai dari masalah makan hingga urusan kenegaraan 👏🏻👏🏻 maka dari itu mari kita belajar untuk tidak mengeluh jika akan bertemu dengan hari Senin dan jangan lupa bersyukur karna masih bisa di beri kesempatan untuk menikmati nikmat sehatNya di hari Senin dan hari-hari berikutnya. Aamiin 🙏🏻🙏🏻
.
boleh di share ke sahabatmu biar ada greget gitu buat meet up sama hari Senin 😳😳😳
.
Selamat pagi dan selamat beraktifitas 🙋🏻🙆🏻🙏🏻😊

#cidimendunia #cidisjateng

Jumat, 25 Maret 2016

Aku milik suamiku dan SUAMIKU MILIK IBUNYA.

"Bacaan khusus istri"

💝Aku milik suamiku dan SUAMIKU MILIK IBUNYA..💝

💜Seburuk apapun mertua.. aku selalu ingat bahwa..
Dia..adalah wanita yg mngandung suamiku dalam kepayahan selama 9bln..
Dia..adalah wanita yg air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku..

💜Dia..ialah wanita yg mendidik dan membesarkan suamiku, yg mengajarkan kepada suamiku akhlaq, sehingga aku nyaman di sisi suamiku.

💜Aku..ga pernah keluar uang sepeserpun untuk nyekolahin suamiku.. hingga ia dapat ijazah, yg sekarang ijazah itu ia gunakan utk mencari nafkah..untuk menafkahi aku!!

💜Aku..ga sedikitpun mendidik suamiku hingga kini ia jadi pria yg penuh tanggungjawab.. dan aku merasakan bahagia menjadi istrinya.

💜Setelah pengorbanannya yg bertubi tubi.. anak laki lakinya menikah denganku.. dia bagi kasih sayang anaknya denganku..

💜Cemburu?? Pasti dia cemburu..aku wanita asing, yg kini selalu disayang2 oleh anak laki lakinya..

💜Harta anak laki lakinya tercurah untuk kunikmati..padahal ia yg melahirkan dan membesarkan,mendidik..

💜Aku memahami cemburu itu.. walau aku pun merasakan cemburu ketika suamiku lebih memihak mertuaku..

💜Aku bukan malaikat yg ga pernah jengkel dgn mertuaku,, dan mertuaku pun bukan malaikat yg selalu kubela.
Adakalanya aku marah..cemburu dan sakit hati,,

💜Namun aku ingat semua jasanya pada suamiku.. jasa yg sampai akhir hayatpun aku ngga akan mampu membayarnya..

💜Pada ujung tangisku.. terngiang nasehat ibundaku tercinta..
"Nak.. dukunglah suamimu utuk berbakti pada ibunya.. jangan suruh ia memilih antara kau dan ibunya.
Karena.. kelak kau akan merasakan bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu oleh anak laki lakimu..
Apa yg kau lakukan pada mertuamu..akan dilakukan pula oleh menantumu.. segala sesuatu pasti ada timbal baliknya"..

💜Dan tangisku makin deras..

💜Oh suamiku.. bahagiakanlah org tuamu semampumu..
Semoga kelak anak2 kita pun membahagiakan kita, sebagai balasan baktimu pada orang tuamu.

Rabu, 23 Maret 2016

Yuk , Move On !!!!

🏃🏻🏃🏻🏃🏻 Yuk, Move On!!! 🏃🏻🏃🏻🏃🏻

tak jarang manusia terlalu lama jalan di tempat walau sebenarnya sudah tahu kalau dirinya kudu move on ... kudu hijrah ...

kaya abis diputusin pacar

kaya abis dikhianatin sahabat

kaya orang yg bekerja di lingkungan riba

kaya abis ditinggal nikah org yg dr dulu dinanti

kaya abis ... apa aja lah yang bikin sesek ati 😀

abis tu galaunya segambreng², gak mari²

ah sudahlah ... Allah udah negur sebenernya agar sadar bahwa jalan di tempat itu kagak baek. waktu terus berjalan, kiamat semakin dekat ... masa' iya ng-ikhlasin setan bahagia bikin diri galau terus

yuk, move on to a better place in front of Allah

mulai langkah baru buat ngejar ridha Allah, masih banyak jalan menuju jannah-Nya 😁

karena muslim yang baik kudunya lebih paham bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, agar gak termasuk mereka yg merugi 😉

#YukMoveOn

@dsyrahma
Yogyakarta
24 Maret 2016

KETERANGAN TENTANG HUKUM-HUKUM FIQH KHUSUS WANITA MUKMINAH

Bismillah
BCM/28/Fiqh Wanita/240316

📚KAJIAN KITAB📚

   تَنْبِيْهَاتٌ عَلىَ أَحْكَامٍ تَخْتَصُّ بِا لْمُؤْمِنَاتِ

ﻟﻐﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ

🍃KETERANGAN TENTANG HUKUM-HUKUM FIQH KHUSUS WANITA MUKMINAH🍃

Oleh Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

🍒BAB 5 🍒

🌸HUKUM WANITA DALAM SHALATNYA🌸

Wahai kaum wanita muslimah, jagalah shalatmu dengan malaksanakan tepat waktu, dan menyempurnakan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan wajib-wajibnya.

Allah berfirman kepada ummahatul mukminin:وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

"Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya." (Al-Ahzab: 33)

Ayat di atas adalah perintah kepada kaum wanita muslimah secara umum.

Shalat adalah rukun KEDUA dalam rukun Islam. Shalat adalah TIANG agama Islam, meninggalkan shalat adalah kekufuran yang dapat mengeluarkan dari Islam.

Maka tidak ada agama dan tidak ada keislaman bagi yang tidak shalat, baik laki maupun wanita. Mengakhirkan shalat dari waktunya tanpa ada udzur syar'i termasuk MENYIA-NYIAKAN shalat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ

"Maka datanglah sesudah mereka, generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka kelak mereka akan menemui kerugian. Kecuali orang yang bertaubat..." (Maryam: 59-60)

Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمه الله dalam tafsirnya menjelaskan dari sejumlah ulama ahli tafsir, bahwa makna MENYIA-NYIAKAN shalat adalah menyia-nyiakan WAKTUNYA, yakni dengan mengerjakan shalat setelah KELUAR waktunya.

Dan beliau menafsirkan, yang kelak akan mereka jumpai itu ﻏﻴﺎ (ghayyan), yaitu:

a). Kerugian, atau
b). Nama lembah di neraka jahannam.

🌾HUKUM KHUSUS shalat wanita dibanding laki-laki:

1. Tidak ada ADZAN dan IQAMAH bagi wanita.

Karena ADZAN disyariatkan untuk mengangkat SUARA (dengan suara KERAS), sedangkan WANITA tidak boleh mengeraskan suaranya, dan tidak sah adzan dan iqamah yang dilakukan oleh wanita.

Ibnu Qudamah رحمه الله dalam kitabnya Al-Mughni (2/68), mengatakan: "Dalam masalah ini, kami tidak mengetahui adanya khilaf."

2. Seluruh tubuh wanita di dalam shalat adalah aurat kecuali WAJAH dan TELAPAK TANGANNYA, adapun kedua telapak kakinya ada khilaf.

Aurat di atas jika tidak ada laki-laki bukan mahramnya yang melihat.

Tapi jika ada laki-laki bukan mahramnya, maka WAJIB dia menutup seluruh tubuhnya, seperti aurat di luar shalat, yakni wajahnya juga harus ditutup dari pandangan laki-laki.

Wanita ketika shalat harus menutup kepala, leher, dan bagian-bagian tubuh yang lain termasuk kedua telapak kakinya.

Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢbersabda:

ﻟﺎ ﻳﻘﺒﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﺎﺓ ﺣﺎئض ﺍﻟﺎ ﺑﺨﻤﺎﺭ. ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ.

"Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haidh/baligh, kecuali dengan memakai kerudung." (HR. Al-Khamsah)

Keterangan pent.:

* Wanita yang sudah baligh, ketika shalat kepalanya harus ditutup kerudung, sebaliknya:
* Gadis kecil yang belum baligh, TIDAK wajib menutup kepala ketika shalat.

Yang dimaksud ﺧﻤﺎر(khimar/kerudung), yaitu yang menutup kepala dan leher.

Dari Ummu Salamah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ عنهاbeliau bertanya kepada Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ, apakah boleh wanita shalat hanya menggunakan diri' (baju panjang) dan kerudung saja tanpa sarung?
Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢmenjawab:

ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺪﺭﻉ ﺳﺎﺑﻐﺎ ﻳﻐطي ﻇﻬﻮﺭ قدميها

"(Boleh) Apabila diri'/bajunya longgar sehingga menutup punggung kakinya." (HR. Abu Dawud)

Keterangan :

Dari hadits di atas, menunjukkan PAKAIAN shalat wanita yang AFDHAL seperti pertanyaan Ummu Salamah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎadalah TIGA lapis:

1). Diri'/baju panjang.
2). Sarung.
3). Khimar/kerudung.

Boleh juga dua lapis, seperti jawaban Rasulullah
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:

1). Diri'.
2). Kerudung.

Tapi dengan SYARAT bajunya luas, longgar sehingga bisa menutup punggung kakinya, bukan dengan hanya ditutup KAOS KAKI untuk menutup kaki seperti yang sering ditanyakan. Tapi KAKI harus ditutup dengan BAJU yang panjang dan longgar.

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ.ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺳﻠﻢ , ﻭﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﺍﺧﺘﻜﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻡ ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ ﺯﻳﻨﺐ ﺑﻨﺖ ﻋﻠﻲ



Bersambung, insya Allah.

Diterjemahkan oleh:

Al-Ustadzah Ummu 'Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Like http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow Instagram
IG: permencidis >> instagram.com/permencidis l http://t.co/ulj07boRdR
PIN BBM : 57480AA3
Blog: permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis

Semangat Belajar CIDIS ^^

CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta

Muslimah Baper ( Bawa Perubahan)

Assalamualaikum... Saya mahasiswi yang sedang bingung nunggu revisian skripsi yg masih dibawa dosen pembimbing, biasanya saya suka nulis2 di dunia persosmedan, hhe semoga bermanfaat 😊🙏🏻
.
📚📝📱💻 lagi gak ada kerjaan, di baca yuk 😊😊😊✌🏻👇🏻👇🏻👇🏻
.
Saat engkau terlalu dekat dengan seseorang, maka persiapkanlah dirimu dari dua hal :
1. Menjadi orang yang paling dia cinta
2. Menjadi orang yang paling dia benci
.
.
Tenang, tenang... Telaah baik2 kalimat di atas, lemaskn kerutan di jidat, tarik pipi kanan 2cm, tarik pipi kiri 2cm, tahan senyuman selama 5 detik, dan yuk mulai fokus..
.
Ngomong2 masalah cinta, pasti bikin baper ya.. Alias bawa perasaan. Tapi tidak selamanya cinta itu bikin baper, tinggal bagaimna cara kita menyikapinya, contohnya gak usah jauh2, gak perlu nunjuk si A, si B, atau bahkan si C, coba deh tunjung diri sendiri (saya), tidak pernah saya pungkiri, saya pernah terjangkit virus mematikan, gimanau tidak, seolah2 tau apa yg saya lakukan itu salah, tpi masih saja terbuai indahnya kalimat semata yg sebenarnya itu adalah Ujian dari Allahu SWT, al hasil jadi sedih krna gak jelas sebabny, resah tanpa sebab yg pasti, dan lelah membenarkan semua yg salah dimata Allah (astagfirullah, ngerikan ?), kalau ada yg sedang merasakn hal ini cepat2 kroscek diri, terus mendekatkan diri kepada Allah, karna pada dasarnya perempuan memang gampang baperan (bagi ikhwan yg baca posthingan ini jangn GR dulu, akhwat baper biasanya karna ada yg caper) 👻👻👻 *eh afwan. Fokus lagi...
.
Sahabat, perlu kita letahui bahwa cinta itu anugrah, merasakannya itu fitrah, menjaganya adalah ibadah. Jika jatuh cinta itu mubah, hanya ada 2 pilihan, memilih jalan cinta atas dasar ridho Allah yg nantinya akan berbuah pahala dan berkah, atau pilih jalan cinta yg tidak diridhoi Allah yg nantiny akan berbuah dosa bahkan bisa jadi musibah (na'audhubillah, semoga kita tidak termasuk orang2 yg merugi).
.
Jadi ketika kita sadar ada virus yg mematikan sedang menyerang, kita juga harus sadar bahwa ada zat yg benar2 harus kita Cinta, ada zat yg benar2 harus kita perhatikan. Serahkan segalanya kepada Dia sang Maha Cinta, siapa Dia ? Siapa lagi jika bukan Allah SWT.
.
Ungkapkan kepadaNya dengan Doa yang tulus. Jika kelak berjodoh Insyaallah akan di pertemukan, namun jika tidak, Insyaallah Allah akan memberilan jodoh yg terbaik untuk kita. Yakinlah ketika kita memuliakan Cinta kepada sang Maha Cinta, Insyaallah kelak kita juga di pertemukan dengan dia yg saat ini sedang memuliakn cintany kpd Sang Maha Cinta.
.
Wauwallahualam... Rencana Allah itu yg terbaik. 😊👍🏻
Hayoo.. Bergegas mengikhlaskan yg belum tentu jadi milik kita, sekalipun lebel halal sudah tertera dengan Pernikahan, sejatinya, apa yg kita miliki saat ini hanya titipan dari Allah SWT. 😊🙏🏻
.
Sekian dan terimakasih..
Jabgan lihat siapa penulisnya/siapa yg menyampaikan, tapi mari sama2 kita ambil manfaatnya (itu pun kalau ada, kalau gak ada ya boleh kok di hapus tulisan saya, atau unfriend akun saya, tapi harapannya tulisan ini bermanfaat buat kita semua)
.
Salam Muhasabah, By :
@perdani.kp . Musimlah BaPer (Bawa Perubahan) Hamba Allah yg penuh dosa sedang pencitraan dengan belajar taat di Hadapan Allah. 💪🏻😳🙏🏻
#PermenCidis #CidisJateng

Senin, 21 Maret 2016

Barirah Maulah Aisyah 

BCM/28/Sirah Shahabiyah/22032016

Barirah Maulah Aisyah 

Barirah, dia seorang sahaya (budak) milik salah seorang dari Bani Hilal. Suaminya seorang budak berkulit hitam milik Bani Al-Mughirah, bernama Mughits. Barirah radhiallahu anha menginginkan kemerdekaan dirinya. Dia pun mengikat perjanjian dengan tuannya untuk membayar sembilan uqiyah sebagai harga dirinya. Dalam setahun, dia membayar satu uqiyah.

Barirah datang menemui Aisyah radhiallahu anha untuk meminta bantuannya. Saat itu, Aisyah radhiallahu anha mengatakan padanya, “Kembalilah pada tuanmu dan katakan, kalau mereka mau, aku akan membayarkan tunai seluruh hargamu, lalu kumerdekakan dirimu dan nanti wala` [1] mu untukku.” Barirah pun kembali untuk menyampaikan keinginan Aisyah radhiallahu anha. Namun hasilnya nihil. Mereka menolak sembari mengatakan, “Kalau dia mau mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bantuannya padamu, maka hendaknya dia lakukan, sementara wala`mu tetap untuk kami.”
Barirah mengadukan penolakan mereka kepada Aisyah radhiallahu anha, “Aku telah menawarkan hal itu kepada mereka, namun mereka menolak, kecuali bila wala`ku untuk mereka.”

Hal itu didengar oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau pun bertanya, “Apa permasalahan Barirah?” Aisyah menceritakan apa yang terjadi. Mendengar penuturan Aisyah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Belilah dia, lalu merdekakan. Sesungguhnya wala` itu bagi orang yang memerdekakan.” Setelah itu beliau bangkit untuk berkhutbah di hadapan manusia. Setelah memuji dan menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala beliau bersabda, “Bagaimana kiranya keadaan suatu kaum, mereka mengajukan syarat yang tidak ada di dalam Kitabullah. Syarat mana pun yang tidak ada di dalam Kitabullah, maka syarat itu batil, biarpun seratus kali mereka mengajukan syarat. Ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu lebih haq, syarat Allah Subhanahu wa Ta’ala itu lebih kokoh. Bagaimana kiranya salah seorang dari mereka bisa mengatakan, Bebaskanlah budakku, wahai Fulan, sementara wala`nya untukku’. Sesungguhnya wala` itu hanya untuk orang yang memerdekakan.”

Akhirnya, Barirah pun mendapatkan kemerdekaan dirinya yang selama ini diimpikan. Ketika itu, Barirah diberi pilihan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk tetap bersama suaminya atau berpisah darinya. Namun Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengiringi pula dengan nasihat agar Barirah tetap mempertahankan pernikahannya. Barirah lalu bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah ini sesuatu yang wajib kulakukan?”, “Tidak,” kata Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “akan tetapi aku hanya ingin menolongnya.”

Maka berpisahlah Barirah dari Mughits. Barirah memilih dirinya, diiringi kesedihan Mughits atas perpisahan itu. Hingga terlihat Mughits mengikuti Barirah berjalan di jalan-jalan Madinah sembari berlinangan air mata, memohon kerelaan Barirah untuk tetap hidup bersamanya. Namun Barirah enggan untuk kembali sembari mengatakan, “Aku tidak membutuhkanmu.” Sampai-sampai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada paman beliau, Al-’Abbas radhiallahu anhu, “Wahai paman, tidakkah engkau merasa takjub dengan rasa benci Barirah terhadap Mughits, dan rasa cinta Mughits pada Barirah?”

Masa iddah Barirah kala itu seperti iddah wanita merdeka yang ditalak. Sebelum dimerdekakan, Barirah biasa membantu Aisyah. Ketika tersebar berita dusta tentang Aisyah yang disebarkan oleh gembong munafikin, Abdullah bin Ubai bin Salul, atas saran Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memanggil Barirah untuk menanyakan tentang keadaan Aisyah.

“Demi Dzat Yang mengutusmu dengan Al-Haq,” jawab Barirah, “aku tidak pernah melihat sesuatu pun yang pantas kucela, kecuali dia itu seorang wanita yang masih sangat muda yang masih suka tertidur di sisi adonan makanan yang dibuat untuk keluarganya hingga datang hewan memakan adonan itu.” Berbagai kisah dirangkai oleh Barirah dengan keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Suatu ketika, Barirah pernah diberi sedekah daging kambing. Lalu ia pun menghadiahkan kepada keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Saat itu Aisyah enggan memakannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun datang, dan bertanya, “Dari mana daging ini?” “Barirah yang memberikannya untuk kita dari daging yang disedekahkan baginya,” jawab Aisyah. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ini sedekah baginya dan hadiah bagi kita darinya.”

Barirah melalui masa hidupnya hingga beberapa masa pemerintahan. Barirah sempat berfirasat bahwa nanti Abdul Malik bin Marwan akan menduduki kepemimpinan kaum muslimin. Disampaikannya firasat ini kepada Abdul Malik bin Marwan jauh-jauh hari sebelum Abdul Malik diangkat sebagai khalifah, ketika Abdul Malik bertemu dengan Barirah di Madinah. Kata Barirah, “Wahai Abdul Malik, aku melihatmu memiliki perangai-perangai yang mulia, dan engkau layak untuk memegang tampuk pemerintahan. Maka bila nanti engkau diserahi kepemimpinan, berhati- hatilah dengan masalah darah kaum muslimin, karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang ditolak dari pintu surga setelah melihat keindahan surga disebabkan darah seorang muslim sepenuh mihjamah [2] yang dia tumpahkan tanpa hak.” Barirah kembali kepada Rabbnya pada masa khilafah Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu anhuma. Barirah maulah Ummu Mukminin Aisyah, semoga Allah meridhainya….Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Like http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow instagram : @cidismendunia
Blog : permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis

Semangat Belajar CIDIS😊

Sabtu, 19 Maret 2016

Untaian Hikmah nan Indah

ORANG BAIK BANYAK TEMAN, PENYERU KEBAIKAN BANYAK MUSUH 

Untaian Hikmah nan Indah

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya.
Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain..

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang Baik, dicintai manusia..
Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia..

🗯 لماذا !!!؟؟؟؟
Koq gitu...?!?!

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .

Rosululloh SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir, Pendusta, Gila..

🗯 ما السبب ؟
لأن المصلح يصطدم بصخرة
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..?
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan..

( يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك )

Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu..

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين ،

Berkata ahli ilmu:
Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan orang baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه .

Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Alloh jaga umat ini..
Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri...

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh SWT berfirman :

( وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."

ولم يقل صالحون ...

Alloh tidak berfirman;
"...Orang Baik (Sholih)"

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN, jangan merasa puas hanya sebagai ORANG BAIK saja...

بارك الله لناو لكم جميعا

Untaian Hikmah nan Indah

ORANG BAIK BANYAK TEMAN, PENYERU KEBAIKAN BANYAK MUSUH 

Untaian Hikmah nan Indah

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya.
Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain..

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang Baik, dicintai manusia..
Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia..

🗯 لماذا !!!؟؟؟؟
Koq gitu...?!?!

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .

Rosululloh SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir, Pendusta, Gila..

🗯 ما السبب ؟
لأن المصلح يصطدم بصخرة
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..?
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan..

( يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك )

Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu..

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين ،

Berkata ahli ilmu:
Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan orang baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه .

Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Alloh jaga umat ini..
Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri...

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh SWT berfirman :

( وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."

ولم يقل صالحون ...

Alloh tidak berfirman;
"...Orang Baik (Sholih)"

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN, jangan merasa puas hanya sebagai ORANG BAIK saja...

بارك الله لناو لكم جميعا

Jumat, 18 Maret 2016

Hindari sifat hasad

🔥Hindari Sifat Hasad...!!!
▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂

Hasad (iri) adalah;

تمني زوال النعمة المحسود إلى الحاسد

"Menginginkan hilangnya suatu nikmat yang ada pada seorang yang dihasadi hingga berpindah kepada orang yang hasad tsb."
_________
📙At Ta'rifaat Lil Jurjany (120).

🔎Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- memberikan definisi hasad (iri) adalah;

كراهة ما أنعم الله به على الغير وإن لم يتمن زواله تلك النعمة

"Tidak senang tatkala Allah memberikan suatu kenikmatan kepada orang lain, walaupun kadang ia tidak menginginkan hilangnya nikmat tersebut pada orang lain tsb."
_______
📙Hilyah Thalibil 'Ilmi (233).

☝🏻Hasad adalah penyakit dan dosa yang bisa mengarahkan kepada dosa-dosa lainnya, oleh sebab itulah tatkala Iblis berani menentang dan sombong dihadapan Allah maka hal tersebut muncul karena sifat hasad yang dimiliki oleh Iblis -la'natullah-.

Demikian pula hasad bisa memisahkan persatuan sesama muslim bahkan persaudaraan seorang insan.

👆🏼 Tidakkah kita melihat bagaimana keakraban dua anak Adam -'alaihis salaam- lenyap dan sirna disebabkan sifat hasad salah satu dari keduanya??

👉🏻Dan tidakkah kita saksikan pertikaian dan makar anak-anak Nabi Ya'qub -'alaihis salaam- juga karena munculnya sifat hasad yang ada diantara mereka??

▪Seorang yang telah hasad kepada saudaranya maka ia akan melakukan perkara apapun sehingga tercapai tujuannya untuk menghilangkan nikmat yang ada pada saudaranya tersebut, dosa demi dosa seperti kedustaan, pembeberan 'aib, celaan, pembunuhan dst akan dilakukan untuk tercapainya tujuan tersebut.

☝🏻Maka kejelekan demi kejelekan akan terjadi ditengah manusia tatkala penyakit hasad itu menjangkiti mereka.

👉🏻Oleh sebab itulah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

لا يزال الناس بخير مالم يتحاسدوا

"Terus menerus manusia berada pada suatu kebaikan selama mereka tidak saling hasad."
________
HR. At Thabrani (8157)

⚠Kemudian berhati-hatilah wahai saudaraku...

☝🏻Jika anak para Nabi saja tak terlepas dari sifat ini maka tak seorangpun boleh merasa aman dari munculnya sifat berbahaya ini.

🔎Tatkala Imam Al Hasan Al Bashry ditanya;

أيحسد المؤمن؟؟

" Apakah seorang mukmin juga bisa hasad??"

Maka beliau menjawab;

سبحان الله، ما أنساك لإخوة يوسف

"Subhanallah, apakah engkau sudah lupa tentang saudara-saudara Yusuf??!"

👉🏻Dan hasad tersebut akan selalu terbetik dan ada pada hati setiap orang, khususnya antara seseorang yang memiliki kedudukan setara atau profesi yang sama, seperti pedagang dengan pedagang, pembisnis dengan pembisnis, petani dengan petani, guru dengan gruru, bahkan ustadz dengan ustadz.

❕Oleh sebab itulah hendaklah seorang pandai menjaga dirinya dan mengobati hatinya agar tidak terkalahkan dengan sifat hasad ini.

🔎Berkata Al Hasan Al Bashry -rahimahullah-;

ما خلا جسد من حسد ولكن اللئيم يبديه والكريم يخفيه

"Tidaklah ada tubuh yang terlepas dari sifat hasad, akan tetapi orang yang hina akan menampakkannya sedangkan orang yang mulia akan menyembunyikannya."
_______
📙Makarimul Akhlaq (247)

🍃Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata;

Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

سيصيب أمتي داء الأمم

"Ummatku akan tertimpa penyakit ummat-ummat terdahulu"

Para sahabat bertanya;

"Ya Rasulullah, apakah penyakit ummat terdahulu itu??"

Beliau menjawab;

الأشر والبطر والتكاثر والتناجش في الدنيا والتباغض والتحاسد حتى يكون البغي

"Yaitu congkak, sombong, berbangga dengan banyaknya harta, saling memperebutkan dunia, saling membenci, saling hasad hingga sampai melampaui batas."
_________
HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak (4/168) dan di shahihkan oleh Syeikh Al Albany dalam Ash Shahihah (680).

Wallohul musta'an.

📝Ustadz Fauzan Al-Kutawy hafizhahullah
_______________
📲Join Telegram : http://telegram.me/permencidis

Kamis, 17 Maret 2016

Wanita dan lelaki pada kelemahan

WANITA kelemahannya pada AURAT
LELAKI kelemahannya pada SYAHWAT

Maka bagi wanita tidak boleh berkata :
Lelaki salah karena mereka tidak mampu menjaga Syahwat..

Sedangkan wanitanya sendiri yg lalai dalam menjaga aurat =-)

WANITA HEBAT adalah wanita yang selalu berusaha istiqomah menjaga AURAT

LELAKI YANG KUAT adalah yang sabar menahan kehendak syahwat ;-)

WANITA & LELAKI YANG
TERHEBAT adalah yg sama sama teguh memuliakan SYARI'AT ;-)

gimana ukh? Setuju?

Yuk kita cek dan benahi kembali,  barangkali sebab kita masih rawan di goda adalah karena aurat kita yang belum tertutup sempurna =')

Meski begitu,  jangan berhenti untuk terus berupaya,  meski menuju sempurna atau sesuai syariat itu kadang memang tidak mudah, yang penting terus berproses,  terus berusaha,  insya Allah, Allah mudahkan jalannya ({})

Kalau auratnya sudah tertutup rapih,  lisannya dijaga juga ya agar tak menyakiti =-)

Semangat pagi ukhti,  semangat memperbaiki diri lagi dan lagi

Salam Sayangku,
Ummu Annafi

Boleh di Share ya,  jika manfaat :)

Follow IG di @ummuannafi atau invite pin BBM 5D4EFD73 untuk dapatkan motivasi dan inspirasi dari Nafi. Semoga bisa saling berbagi kebermanfaatan yaa ({})

#YukBerhijabSyari #ummuannafi #hijabannafi #inspirasiRFS #sahabatinspirasimu

Oh iya, yang mau ikut grup diskusi bareng ummu Annafi di WA boleh daftar ke No WA 081221885677 atau 082217062886 ya,  jangan lupa cantumkan nama dan alamat ({})
(Khusus Akhwat)

Sampai bertemu di inspirasi selanjutnya ukh 💐

HUKUM BACA AL-QUR'AN BAGI YANG TERKENA HUKUM WAJIB MANDI

BCM/27/Fiqh Wanita/180316

📚KAJIAN FIQIH📚

DARI KITAB:

  فقه المرأة المسلمة

لفضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه
ومن والاه، أما بعد

🍃🌸HUKUM BACA AL-QUR'AN BAGI YANG TERKENA HUKUM WAJIB MANDI🌸🍃

🍁Barang siapa yang terkena hukum WAJIB mandi maka HARAM hukumnya membaca Al-Qur'an baik untuk laki maupun wanita, yakni wajib mandi jika ada dalam salah satu dari ENAM keadaan di atas.

🍁Maka siapa yang terkena hukum WAJIB mandi HARAM melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh mushaf
4. Membaca Al-Qur'an
5. Berdiam di dalam masjid.

🍁Bagi yang wajib mandi, tidak cukup bersuci hanya dengan berwudhu, sebab dengan berwudhu keharaman di atas tetap ada, bisa terangkat keharaman di atas hanya dengan MANDI.

Dalil bahwa orang JUNUB terlarang membaca Al-Qur'an:

1⃣. Hadits Ali رضي الله عنه
bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengajari para shahabat bacaan Al-Qur'an, dan tidak ada yang menghalangi beliau mengajarkan Al-Qur'an kecuali dalam keadaan JUNUB.

   Hadits dhaif diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa`i, dan didhaifkan oleh Asy-Syaikh Albani rahimahullah.

2⃣. Terlarangnya dari membaca Al-Qur'an dengan tujuan agar mereka SEGERA MANDI, sebab setelah mandi suci mereka mendapati maslahat dengan bolehnya membaca Al-Qur'an.

3⃣. Diriwayatkan bahwa malaikat mendekat ke mulut orang yang membaca Al-Qur'an, sedangkan malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada orang junub (hadits dhaif diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa`i, di dhaifkan oleh Asy-Syaikh Albani rahimahullah).

🍁Maka jika jika orang junub membaca Al-Qur'an, malaikat tidak bisa mendekat padanya atau terganggu dengan junubnya.
Meskipun hadits diatas dhaif tapi bisa jadi "illah" (sebab hukum).

🍁Adapun wanita haidh yang juga WAJIB MANDI, maka JUMHUR ULAMA berpendapat bahwa wanita haidh tidak boleh baca Al-Qur'an sebelum mandi, tapi wanita haidh BOLEH BERDZIKIR yang mencocoki Al-Qur'an.

Bersambung, insya Allah.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله والحمد لله رب العالمين

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Like http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow Instagram
IG: permencidis >> instagram.com/permencidis l http://t.co/ulj07boRdR

PIN BBM : 57480AA3

Blog: permencidis.blogspot.com

Semangat Belajar CIDIS ^^

CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta

Manfaat poligami

🔖 MANFAAT POLIGAMI:
------------------
❝ Poligami memiliki 3 kemaslahatan:
① kemaslahatan bagi kaum wanita,
② kemaslahatan bagi kaum pria,
③ dan kemaslahatan bagi seluruh umat. ❞
--------------
🎓 Berkata Al-'Allāmah Al-Mufassir Muhammad As-Syanqithī -råhimahulläh- tatkala menafsirkan firman Allâh Ta'āla:

(إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ) [سورة اﻹسراء 9]

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." [Qs. Al-Isrā: 9]

《 Maka Al-Qurān telah membolehkan ta'adud az-zawjāt (poligami):

▪️ demi kemaslahatan kaum wanita dalam hal tidak terhalanginya mereka dari pernikahan,
▪️ dan demi kemaslahatan kaum pria dengan tidak menghilangkan kemanfaatannya dalam hal diberikannya udzur (keringanan)  tidak cukup dengan satu wanita,
▪️ dan demi kemaslahatan umat karena banyaknya populasi wanita sehingga memungkinkan bagi mereka untuk melawan musuh mereka agar tegaknya kalimat Allâh.

☝️ Maka itu adalah syariat yang maha bijaksana lagi maha tahu yang tidaklah mencelanya kecuali orang-orang yang Allâh butakan pandangannya dengan kegelapan kekufuran.

👍 Dan pembatasan dengan 4 istri merupakan pembatasan dari yang maha bijaksana lagi maha tahu, dan itu merupakan perintah yang tengah-tengah antara sedikit yang menyebabkan kepada hilangnya sebagian kemanfaatan kaum pria, dan antara banyak yang itu merupakan inti dari ketidakadaan kemampuan untuk mewujudkan konsekuensi-konsekuensi rumah tangga bagi seluruhnya, dan segala ilmu berada di sisi Allâh Ta'āla. 》

           •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Adhwā Al-Bayān (3/497).
——————————————————
🌺 تعدد الزوجات فيه مصلحة لثلاثة :

1️⃣ المرأة
2️⃣ والرجل
3️⃣ والأمّة !!!

       ══════ ❁✿❁ ══════

قال العلّامة المفسّر محمد الجكني الشنقيطي
               -رَحِمهُ الله-
عند تفسيره لقوله تعالى : ﴿ إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ ﴾ [الإســراء : من الآية 9]

《 فالقرآن أباح تعدد الزوجات لمصلحة المرأة في عدم حرمانها من الزواج ، ولمصلحة الرجل بعدم تعطل منافعه في حال قيام العذر بالمرأة الواحدة ،  ولمصلحة الأمة ليكثر عددها فيمكنها مقاومة عدوها لتكون كلمة الله هي العليا

↫فهو تشريع حكيم خبير لا يطعن فيه إلا من أعمى الله بصيرته بظلمات الكفر .
ﻭﺗﺤﺪﻳﺪ اﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﺑﺄﺭﺑﻊ : ﺗﺤﺪﻳﺪ ﻣﻦ ﺣﻜﻴﻢ ﺧﺒﻴﺮ، ﻭﻫﻮ ﺃﻣﺮ ﻭﺳﻂ ﺑﻴﻦ اﻟﻘﻠﺔ اﻟﻤﻔﻀﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺗﻌﻄﻞ ﺑﻌﺾ ﻣﻨﺎﻓﻊ اﻟﺮﺟﻞ، ﻭﺑﻴﻦ اﻟﻜﺜﺮﺓ اﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﻣﻈﻨﺔ ﻋﺪﻡ اﻟﻘﺪﺭﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﻠﻮاﺯﻡ اﻟﺰﻭﺟﻴﺔ ﻟﻠﺠﻤﻴﻊ، ﻭاﻟﻌﻠﻢ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ 》.

📚【أضــواء البيــان  (3/497)】
  ----------------------------
💐 © ムη_ηί₭ααん.
【 💻 http://bit.ly/An_Nikaah 】

➥ #poligami

Senin, 14 Maret 2016

Ummu Fadhl (Lubabah binti al-Haris)

BCM/27/Sirah Shahabiyah/15032016

Ummu Fadhl (Lubabah binti al-Haris)

Nama lengkapnya adalah Lubabah binti al-Haris bin Huzn bin Bajir bin Hilaliyah. Beliau adalah Lubabah al-Kubra, dikenal dengan kuniyahnya yakni Ummu Fadhl. Ummu Fadhl adalah salah satu dari empat wanita yang dinyatakan keimanannya oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Keempat wanita tersebut adalah Maimunah, Ummu Fadhl, Asma’ dan Salma.

Adapun Maimunah adalah Ummul Mukminin Rodhiallahu ‘anha saudara kandung dari Ummu Fadhl. Sedangkan Asma’ dan Salma adalah kedua saudari dari jalan ayahnya sebab keduanya adalah putri dari ‘Umais.

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha adalah istri dari Abbas, paman Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, dan ibu dari enam orang yang mulia, pandai dan belum ada seorang wanita pun yang melahirkan laki-laki semisal mereka. Mereka adalah Fadhl, Abdullah al-Faqih, Ubaidullah al-Faqih, Ma’bad, Qatsam dan Abdurrahman.

Tentang Ummu Fadhl ini Abdullah bin Yazid berkata:

Tiada seorangpun yang melahirkan orang-orang yang terkemuka
seperti yang aku lihat sebagaimana enam putra Ummu Fadhl
Putra dari dua orang tua yang mulia
Pamannya Nabiyul Musthafa yang mulia
Penutup para Rasul dan sebaik-baik rasul

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha masuk Islam sebelum hijrah, beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah (Ummul Mukminin Rodhiallahu ‘anha) sebagaimana yang ditutur­kan oleh putra beliau Abdullah bin Abbas Rodhiallahu ‘anhu, “Aku dan Ibuku adalah termasuk orang-orang yang tertindas dari wanita dan anak-anak.”

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha termasuk wanita yang berkedudukan tinggi dan mulia di kalangan para wanita. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam terkadang mengunjungi beliau dan terkadang tidur siang di rumahnya.

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha adalah seorang wanita yang pemberani dan beriman, yang memerangi Abu Lahab si musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membunuhnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dari Ikrimah berkata, “Abu Rafi’ budak Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Aku pernah menjadi budak Abbas, ketika Islam datang maka Abbas masuk Islam disusul oleh Ummu Fadhl, namun Abbas masih disegani terhadap kaumnya.”

Abu Lahab tidak dapat menyertai perang Badar dan mewakilkannya kepada Ash bin Hisyam bin Mughirah, begitulah kebiasaan mereka manakala tidak mengikuti suatu peperangan maka ia mewakilkan kepada orang lain.

Tatkala datang kabar tentang musibah yang menimpa orang-orang Quraisy pada perang Badar yang mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghinakan dan merendahkan Abu Lahab, maka sebaliknya kami merasakan adanya kekuatan dan ‘izzah pada diri kami. Aku adalah seorang laki-laki yang lemah, aku bekerja membuat gelas yang aku pahat di bebatuan sekitar zam-zam, demi Allah suatu ketika aku duduk sedangkan di dekatku ada Ummu fadhl yang sedang duduk, sebelumnya kami berjalan, namun tidak ada kebaikan yang sampai kepada kami, tiba-tiba datanglah Abu Lahab dengan berlari kemudian duduk, tatkala dia duduk tiba-tiba orang-orang berkata, “Ini dia Abu Sufyan bin Harits telah datang dari Badar. Abu Lahab berkata, “Datanglah kemari sungguh aku menanti beritamu.

Kemudian duduklah Abu Jahal dan orang-orang berdiri mengerumuni sekitarnya. Berkatalah Abu Lahab, “Wahai putra saudaraku beritakanlah bagaimana keadaan manusia (dalam perang Badar)?” Abu Sufyan berkata, “Demi Allah tatkala kami menjumpai mereka, tiba-tiba mereka tidak henti-hentinya menyerang pasukan kami, mereka memerangi kami sesuka mereka dan mereka menawan kami sesuka hati mereka. Demi Allah sekalipun demikian tatkala aku menghimpun pasukan, kami melihat ada sekelompok laki-laki yang berkuda hitam putih berada di tengah-tengah manusia, demi Allah mereka tidak menginjak­kan kakinya di tanah.”

Abu Rafi’ berkata, “Aku mengangkat batu yang berada di tanganku, kemudian berkata, ‘Demi Allah itu adalah malaikat. Tiba-tiba Abu Lahab mengepalkan tangannya dan memukul aku dengan pukulan yang keras, maka aku telah membuatnya marah, kemudian dia menarikku dan membantingku ke tanah, selanjutnya dia dudukkan aku dan memukuliku sedangkan aku adalah laki­-laki yang lemah. Tiba-tiba berdirilah Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha mengambil sebuah tiang dari batu kemudian beliau pukulkan dengan keras mengenai kepala Abu Lahab sehingga melukainya dengan parah. Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha berkata, ‘Saya telah melemahkannya sehingga jatuhlah kredibilitasnya.’

Kemudian bangunlah Abu Lahab dalam keadaan terhina, Demi Allah ia tidak hidup setelah itu melainkan hanya tujuh malam hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan kepadanya penyakit bisul yang menyebabkan kema­tiannya.”

Begitulah perlakuan seorang wanita mukminah yang pemberani terhadap musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menjadi gugurlah kesombongannya dan merosotlah kehor­matannya karena ternoda. Alangkah bangganya sejarah Islam yang telah mencatat Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha sebagai teladan bagi para wanita yang dibina oleh Islam.

Ibnu Sa’d menyebutkan di dalam ath-Thabaqat al-Kubra bahwa Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha suatu hari bermimpi dengan suatu mimpi yang menakjubkan, sehingga ia bersegera untuk mengadukannya kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah saya bermimpi seolah-olah sebagian dari anggota tubuhmu berada di rumahku.” Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mimpimu bagus, kelak Fatimah melahirkan seorang anak laki-laki yang nanti akan engkau susui dengan susu yang engkau berikan buat anakmu (Qatsam).”

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha keluar dengan mem­bawa kegembiraan karena berita tersebut, dan tidak berselang lama Fatimah Rodhiallahu ‘anha melahirkan Hasan bin Ali Rodhiallahu ‘anhu yang kemu­dian diasuh oleh Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha.

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha berkata, “Suata ketika aku mendatangi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, dengan membawa bayi tersebut maka Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam segera menggendong dan mencium bayi tersebut, namun tiba-tiba bayi tersebut mengencingi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Wahai Ummu Fadhl peganglah anak ini karena dia telah mengencingiku.”

Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha berkata, “Maka aku ambil bayi tersebut dan aku cubit sehingga dia menangis, aku berkata, “Engkau telah menyusahkan Rasulullah karena engkau telah mengencinginya.” Tatkala melihat bayi tersebut menangis Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Ummu Fadhl justru engkau yang menyusahkanku karena telah membuat anakku menangis.” Kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam meminta air lalu beliau percikkan ke tempat yang terkena air kencing kemudian bersabda,

“Jika bayi laki-laki maka percikilah dengan air, akan tetapi apabila bayi wanita maka cucilah.”

Di antara peristiwa yang mengesankan Lubabah binti al-Haris Rodhiallahu ‘anha adalah tatkala banyak orang bertanya kepada beliau ketika hari Arafah apakah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam shaum ataukah tidak? Maka dengan kebijakan­nya, beliau menghilangkan problem yang menimpa kaum muslimin dengan cara beliau memanggil salah seorang anaknya kemudian menyuruhnya untuk mengirim­kan segelas susu kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau berada di Arafah, kemudian tatkala dia menemukan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dengan dilihat oleh semua orang beliau menerima segelas susu tersebut kemudian meminumnya.

Di sisi yang lain Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha mempelajari Hadits asy-Syarif dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meriwayatkan sebanyak tiga puluh hadits. Adapun yang meriwayatkan dari beliau adalah sang putra beliau Abdulllah bin Abbas Rodhiallahu ‘anhu, Tamam yakni budaknya, Anas bin Malik, dan lainnya.

Kemudian wafatlah Ummu Fadhl Rodhiallahu ‘anha pada masa khalifah Ustman bin Affan Rodhiallahu ‘anhu setelah meninggalkan kepada kita contoh yang baik yang patut ditiru sebagai ibu yang shalihah yang melahirkan tokoh semisal Abdullah bin Abbas Rodhiallahu ‘anhu; kyai umat ini dan Turjumanul Qur’an (yang ahli dalam hal tafsir al-Qur’an), Begitu pula telah mem­berikan contoh terbaik bagi kita dalam hal kepahlawanan yang memancar dari akidah yang benar yang muncul darinya keberanian yang mampu menjatuhkan musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling keras permusuhannya.

Sumber: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi

Like http://facebook.com/PermenCIDIS
dan follow instagram : @permencidis
Blog : permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis

Minggu, 13 Maret 2016

Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat

BCM/27/Parenting/ 14032016

Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat

Yang Kadang Terlupakan Oleh Kedua Orang Tua :

Ternyata Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat Allah !!

Sering kita dapati seseorang yang mendidik anaknya dengan cara yang keras…dengan menggunakan pukulan..bahkan tendangan…

Bahkan jika tangannya telah lelah memukul maka iapun menggunakan tongkat atau cambuk untuk memukul anaknya. Sementara jika bertemu dengan sahabat-sahabatnya jadilah ia orang yang paling lembut dan ramah.

Memang benar bahwa boleh bagi seorang ayah atau ibu untuk mendidik anaknya dengan memukul, akan tetapi hal itu keluar dari hukum asal. Karena hukum asal dalam mendidik…bahkan dalam segala hal adalah dengan kelembutan. Kita –sebagai orang tua- tidak boleh berpindah kepada metode pemukulan kecuali jika kondisinya mendesak. Itupun tidak boleh dengan pemukulan yang semena-mena, semau kita, seperti pukulan yang menimbulkan bekas…terlebih lagi yang mematahkan tulang…

Sering syaitan menghiasi para orang tua dengan  menjadikan mereka menyangka bahwa metode kekerasan dalam mendidik anak-anak adalah metode yang terbaik dan praktis serta metode yang singkat dan segera mendatangkan keberhasilan. Karena dengan kekerasan dalam sekejap sang anak menjadi penurut. ‘

Ingatlah ini semua hanyalah was-was syaitan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Tidaklah kelembutan pada sesuatupun kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatupun kecuali akan memperburuknya” (Dishahihkan oleh Al-Albani)

Memang benar…jika seorang anak disikapi keras maka ia akan nurut dan patuh…akan tetapi hanya sekejap dan sementara…

Kenyataan yang ada menunjukan bahwa jika seorang ayah atau ibu yang senantiasa memukuli dan mengerasi anak-anak mereka akan menimbulkan dampak buruk:

Jadilah kedua orang tua tersebut berhati keras…, hilang kelembutan dari mereka, karena mereka telah membiasakan kekerasan dalam hati mereka
Bahkan anak-anak mereka yang sering mereka pukuli pun menjadi keras…, keras dan kasar sikap mereka dan juga keras hati mereka.
Bahkan tidak jarang sang anak yang dikerasi maka semakin menjadi-jadi keburukannya.  Terutama jika sang anak merasa aman dari control kedua orang tuannya. Hal ini menunjukan sikak keras terhadap seringnya tidak membuahkan keberhasilan dalam mendidik anak-anak.
Kalaupun metode kekerasan berhasil merubah sang anak menjadi seorang anak yang “tidak nakal” maka bagaimanapun akan berbeda hasilnya dengan seorang anak yang dibina dengan kelembutan. Seorang anak yang “tidak nakal” yang merupakan buah metode kekerasan tidak akan memiliki kelembutan dalam sikap dan tutur kata serta kelembutan hati yang dimiliki oleh seorang anak yang dididik dengan penuh kelembutan !!.
Adapun jika kedua orang tua bersikap lembut kepada anak-anak mereka, dan tidak memukul kecuali dalam kondisi terdesak, sehingga tidak keseringan…maka akan menimbulkan banyak dampak positif, diantaranya,

Kedua orang tua tetap bisa menjaga kelembutan hati keduanya
Kelembutan hati anak-anak mereka juga bisa terjaga, demikian pula akhlak anak-anak mereka menjadi akhlak yang mulia. Karena mereka telah meneladani kedua orang tua mereka yang selalu bersikap lembut dan sayang kepada mereka.
Anak-anak tatkala telah dewasa maka yang mereka selalu kenang adalah kebaikan, kelembutan, ciuman kedua orang tua mereka yang telah bersabar dalam mendidik mereka. Jadilah mereka anak-anak yang berbakti yang selalu ingin membalas budi kebaikan kedua orang tua mereka.
Kedua orang tua akan mendapatkan rahmat Allah dan ganjaran dari Allah karena sikap lembut mereka kepada anak-anak mereka
Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- berkata :

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Dalam kisah yang sama dari ‘Aisyah –semoga Allah meridhoinya- ia berkata :

جَاءَ أَعْرَابِى إِلَى النَّبِى صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ ، فَمَا نُقَبِّلُهُمْ ، فَقَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

“Datang seorang arab badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak laki-laki?, kami tidak mencium mereka”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat/sayang dari hatimu” (HR Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317)

Ibnu Batthool rahimahullah berkata, “Menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya, dan lembut kepadanya termasuk dari amalan-amalan yang diridhoi oleh Allah dan akan diberi ganjaran oleh Allah. Tidakkah engkau perhatikan Al-Aqro’ bin Haabis menyebutkan kepada Nabi bahwa ia memiliki 10 orang anak laki-laki tidak seorangpun yang pernah ia  cium, maka Nabipun berkata kepada Al-Aqro’ ((Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayang)).

Maka hal ini menunjukan bahwa mencium anak kecil, menggendongnya, ramah kepadanya merupakan perkara yang mendatangkan rahmat Allah. Tidak engkau perhatikan bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong (*cucu beliau) Umaamah putrinya Abul ‘Aash (*suami Zainab putri Nabi) di atas leher beliau tatkala beliau sedang sholat?, padahal sholat adalah amalan yang paling mulia di sisi Allah dan Allah telah memerintahkan kita untuk senantiasa khusyuk dan konsentrasi dalam sholat. Kondisi Nabi yang menggendong Umaamah tidaklah bertentangan dengan kehusyu’an yang diperintahkan dalam sholat. Nabi kawatir akan memberatkan Umaamah (*si kecil cucu beliau) kalau beliau membiarkannya dan tidak digendong dalam sholat.

Pada sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan teladan yang paling besar bagi kita, maka hendaknya kita meneladani beliau dalam menyayangi anak-anak baik masih kecil maupun yang besar, serta berlemah lembut kepada mereka” (Syarh Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Batthool, 9/211-212)

Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

(Barangsiapa yang tidak merahamati maka tidak dirahmati), yaitu barangsiapa yang tidak merahmati manusia maka ia tidak akan dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla –kita berlindung kepada Allah akan hal ini-, serta Allah tidak memberi taufiq kepadanya untuk merahmati. Hadits ini menunjukan bahwa bolehnya mencium anak-anak kecil karena rahmat dan sayang kepada mereka, apakah mereka anak-anakmu ataukah cucu-cucumu dari putra dan putrimu atau anak-anak orang lain. Karena hal ini akan mendatangakna rahmat Allah dan menjadikan engkau memiliki hati yang menyayangi anak-anak. Semakin seseorang rahmat/sayang kepada hamba-hamba Allah maka ia semakin dekat dengan rahmat Allah. Bahkan Allah mengampuni seorang wanita pezina tatkala wanita pezina tersebut merahmati seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan…

Jika Allah menjadikan rasa rahmat/kasih sayang dalam hati seseorang maka itu merupakan pertanda bahwa ia akan dirahmati oleh Allah…”

“Maka hendaknya seseorang menjadikan hatinya lembut, ramah, dan sayang (kepada anak-anak), berbeda dengan kondisi sebagian orang bodoh. Bahkan tatkala anaknya yang masih kecil menemuinya sementara ia sedang di warung kopi maka iapun membentak dan mengusir anaknya. Ini merupakan kesalahan. Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dan mulia akhlak dan adabnya. Suatu hari beliau sedang sujud –tatkala beliau mengimami para sahabat- maka datanglah Al-Hasan bin Ali bin Abi Thoolib, lalu –sebagaiman sikap anak-anak-, Al-Hasanpun menaiki pundak Nabi yang dalam kondisi sujud. Nabipun melamakan/memanjangkan sujudnya.

Hal ini menjadikan para sahabat heran.. Mereka berkata :

هَذِهِ سَجْدَةٌ قَدْ أَطَلْتَهَا، فَظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ، أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ

“Wahai Rasulullah, engkau telah memperpanjang sujudmu, kami mengira telah terjadi sesuatu atau telah diturunkan wahyu kepadamu”),

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka,

ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ

“Bukan…, akan tetapi cucuku ini menjadikan aku seperti tunggangannya, maka aku tidak suka menyegerakan dia hingga ia menunaikan kemauannya” (HR Ahmad no 16033 dengan sanad yang shahih-pen dan An-Nasaai no 1141 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Yaitu aku tidak ingin segera bangkit dari sujudku hingga ia menyelesaikan keinginannya. Ini buah dari rasa kasih sayang.

Pada suatu hari yang lain Umamah binti Zainab putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih kecil dibawa oleh Nabi ke masjid. Lalu Nabi sholat mengimami para sahabat dalam kondisi menggendong putri mungil ini. Jika beliau sujud maka beliau meletakkannya di atas tanah, jika beliau berdiri maka beliau menggendongnya. Semua ini beliau lakukan karena sayang kepada sang cucu mungil. Padahal bisa saja Nabi memerintahkan Aisyah atau istri-istrinya yang lain untuk memegang cucu mungil ini, akan tetapi karena rasa kasih sayang beliau. Bisa jadi sang cucu hatinya terikat senang dengan kakeknya shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi ingin menenangkan hati sang cucu mungil.

Pada suatu hari Nabi sedang berkhutbah, lalu Al-Hasan dan Al-Husain (yang masih kecil) datang memakai dua baju –mungkin baju baru-. Baju keduanya tersebut kepanjangan, sehingga keduanya tersandung-sandung jatuh bangun tatkala berjalan. Maka Nabipun turun dari mimbar lalu menggendong keduanya dihadapan beliau (di atas mimbar) lalu beliau berkata:

صَدَقَ اللهُ إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ نَظَرْتُ إِلَى هَذَيْنِ الصَّبِيَّيْنِ يَمْشِيَانِ وَيْعْثُرَانِ فَلَمْ أَصْبِرْ حَتَّى قَطَعْتُ حَدِيْثِي وَرَفَعْتُهُمَا

“Maha benar Allah…”Hanyalah harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnah”, aku melihat kedua anak kecil ini berjalan dan terjatuh, maka aku tidak sabar hingga akupun memutuskan khutbahku dan aku menggendong keduanya” (HR At-Thirmidzi no 2969 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Kemudian beliau melanjutkan khutbah beliau (lihat HR Abu Dawud no 1016 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Yang penting  hendaknya kita membiasakan diri kita untuk menyayangi anak-anak, demikian juga menyayangi semua orang yang butuh kasih sayang, seperti anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang lemah (tidak mampu) dan selain mereka. Dan hendaknya kita menjadikan dalam hati kita rasa rahmat (kasih sayang) agar hal itu menjadi sebab datangnya rahmat Allah bagi kita, karena kita juga butuh kepada rahmat” (dari Syarah Riyaad As-Shoolihiin, dengan sedikit perubahan)

Sungguh mulia akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak…beliau menggendong anak-anak…bahkan dalam sholat beliau, karena kasih sayang kepada anak-anak …mencium anak-anak adalah ibadah…mendatangkan rahmat Allah. Bahkan beliau pernah berjalan cukup jauh hanya untuk mencium putra beliau Ibrahim.

Anas Bin Malik –semoga Allah meridhoinya- berkata :

«مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمَ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»، قَالَ: «كَانَ إِبْرَاهِيمُ مُسْتَرْضِعًا لَهُ فِي عَوَالِي الْمَدِينَةِ، فَكَانَ يَنْطَلِقُ وَنَحْنُ مَعَهُ فَيَدْخُلُ الْبَيْتَ وَإِنَّهُ لَيُدَّخَنُ، وَكَانَ ظِئْرُهُ قَيْنًا، فَيَأْخُذُهُ فَيُقَبِّلُهُ، ثُمَّ يَرْجِعُ»

“Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat (*ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali” (HR Muslim no 2316)

Karenanya…bersabarlah wahai para orang tua dalam mendidik anak kalian…sayangilah mereka…peluklah mereka…ciumlah mereka….semuanya akan mendatangkan pahala dan rahmat Allah.

Ditulis oleh Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Like http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow Instagram
IG: permencidis >> instagram.com/permencidis l http://t.co/ulj07boRdR

PIN BBM : 57480AA3

Blog: permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis

Semangat Belajar CIDIS ^^

CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta

Wara

WARA

Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda,

فضل العلم خير من فضل العبادة وخير دينكم الورع

“Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’".(HR. Ath-Thabrani).

Dalam hadits yang mulia ini Nabi صلى الله عليه و سلم menjelasakan bahwa, "sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara'"

Apa itu wara'?

Wara’ adalah sifat kehati-hatian dan tidak berani untuk mendekati sesuatu yang haram, termasuk hal-hal yang ragu-ragu atau subhat, dan yang mudah secara berlebih-lebihan.

Seseorang yang memiliki sifat wara' atau (kehati-hatian) pada dirinya, adalah orang yang baik dalam menjaga agamanya, karena sifat wara' tersebut melindungi dan menghalanginya dari melakukan hal-hal yang terlarang. Dan akan selalu bersemangat dalam ibadah.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ الناسِ وَكُنْ قَنِعًا تَكُنْ أَشْكَرَ الناسِ وَأَحِب لِلناسِ مَا تُحِب لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحَسِنْ جِوَارَ مَنْ جَاوَرَكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَأَقِل الضحِكَ فَإِن كَثْرَةَ الضحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi sebaik-baik ahli ibadah. Jadilah orang yang qona’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah), maka engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur. Senangi sesuatu yang ada pada manusia sebagaimana engkau senang jika itu ada pada dirimu, maka engkau akan menjadi seorang mukmin yang baik. Berbuat baiklah pada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati. Kurangilah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati". (HR. Ibnu Majah).

Mudah-mudahan Allah Ta'ala menjadikan kita orang-orang yang memiliki sifat wara'

telegram.me/permencidis

Jumat, 11 Maret 2016

Peran Istri Mewujudkan Suami Ideal

🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿

Peran Istri Mewujudkan Suami Ideal

🌱 Percaya atau tidak, kenyataannya memang demikian. Istri salihah adalah unsur penting dan salah satu komponen utama untuk menjadi suami ideal. Ibarat dua sisi mata uang, suami ideal dan istri salihah memang tidak dapat dipisahkan. Walhasil, hidup berumah tangga adalah wujud dari interaksi sederhana namun mengandung berjuta-juta warna.

⏩ Pernahkah mendengar tentang cemburu yang dirasakan oleh Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha? Biarlah kita mendengar sendiri pengakuan jujur Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku tidak pernah cemburu kepada istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana rasa cemburuku kepada Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya sama sekali. Akan tetapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali mengenang Khadijah. Kadang-kadang beliau menyembelih seekor kambing lalu memotong-motongnya. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimnya untuk sahabat-sahabat dekat Khadijah. Terkadang aku mengatakan, ‘Seolah-olah di dunia ini tidak ada lagi wanita selain Khadijah!’.”

🌷 Bagaimanakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi Ibunda ‘Aisyah? Beliau justru mengenang Ibunda Khadijah dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan Ibunda Khadijah. Bahkan, di dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ibunda ‘Aisyah,

“Sungguh, aku telah diberi rezeki berupa mencintai Khadijah!” ( HR. al-Bukhari no. 3818 dan Muslim no. 2435)

📁 Sejarah telah mengabadikan peran, jasa, dan pengorbanan Ibunda Khadijah demi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak terhitung lagi peristiwa-peristiwa penting yang telah dilewati oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara itu istri beliau—Ibunda Khadijah—berdiri di sisinya dengan tegar dan tabah. Masih ingatkah kita dengan hiburan indah dalam kata-kata penuh semangat yang diucapkan Ibunda Khadijah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

🔊 Ya, saat itu beliau baru pulang ke rumah dari Gua Hira. Masih dalam suasana kekhawatiran di wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibunda Khadijah dengan pandainya menenangkan hati sang suami, “Tidak, demi Allah. Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mungkin menghinakan Anda selamanya. Anda selama ini selalu menyambung tali silaturahmi, membantu orang yang kesusahan, memberi orang yang tak punya, memuliakan tamu, dan Anda selalu menolong orang-orang yang sedang membutuhkan.”

🔵 Pantas saja jika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu terkenang dengan Ibunda Khadijah walaupun beliau telah meninggal dunia. Pantas saja apabila Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam masih terus menjalin hubungan baik dengan sahabat-sahabat dekat Ibunda Khadijah. Pantas saja demikian, sebab beliau telah menyatakan, “Sungguh, aku telah diberi rezeki berupa mencintai Khadijah!”

🌴 Jika seorang istri mendambakan suaminya menjadi ideal, bantulah dirinya untuk menemukan titik tepat guna memulai. Tebarkanlah kenyamanan dan doronglah dirinya dengan cara-cara hikmah penuh sensasi. Kirimkanlah pesan kepada suami Anda dengan tatapan mata, bukan hanya dengan kata-kata. Seolah-olah Anda tengah berpesan, ”Wahai suamiku, jadikanlah dirimu sungguh-sungguh ideal dan spesial untukku.”

💥 Tentu berbeda rasanya bagi seorang suami ketika sang istri mengatakan, “Mengapa Abah selalu tampil tidak rapi?!” atau “Abah itu dari dulu tidak berubah-ubah, selalu asal-asalan kalau berpakaian!”

📍 Sungguh, amat berbeda dengan pesan penuh cinta, “Sebaiknya Abah memakai pakaian yang telah saya setrika. Jadi, Abah selalu merasa saya ada di samping Abah.”

⚪ Jika Anda seorang laki-laki yang belum menikah, berusahalah untuk menemukan wanita salihah agar Anda pun terbantu untuk menjadi ideal baginya. Jika Anda telah menjadi seorang suami, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Kesempatan menjadi suami ideal selalu terbuka. Apalagi istri Anda tidak pernah berhenti untuk berdoa dan berharap, “Ya Allah, bimbinglah suamiku untuk menjadi suami yang saleh.”

Wallahu a’lam.

🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿