
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Dari
kitab :
فقه المراةالمسلمة
لفضيلة
الشيخ محمد بن صالح العثيمين
Diterjemahkan
oleh Al Ustadzah ummu Abdillah Zainab binti Ali.
↪Sungguh Islam sangat
memperhatikan wanita, kenapa tidak ?!
Bukankah dia itu sebagai ibu, saudari, putri atau bahkan seorang istri,
dan sesungguhnya wanita muslimah yang dikehendaki oleh Islam adalah seorang
yang berpendidikan yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan mampu menyebarkannya
diantara sesamanya.
Allah
Ta’ala berfirman :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.
(QS At-Tahrim : 6)
↪Ali
bin Abi Tholib radhiallahu’anhu berkata :
“Ajarkan
untuk diri diri kalian dan keluarga kalian “Al-khoir” (kebaikan).
Termasuk
” الخسر ” bahkan yang terbaik adalah mempelajari hukum-hukum agama kita,
mempelajari hukum-hukum syariat serta kewajiban-kewajiban yang dibebankan
kepada kita.
Rasulullah
shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
من
يردالله به حيرا يغقيه في الدين
“Barangsiapa
yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberi kepahaman
untuknya dalam agama”. (HR. Bukhori dan Muslim)
Akan tetapi pada masa sekarang ini dalam
masyarakat Islam laki-laki maupun wanitanya banyak berpaling dari mempelajari
hukum-hukum agama ini, mereka mengabaikan tidak memperhatikannya sehingga
meratalah kejahilan tentang hukum agama diantara kaum muslimin.
Musuh
telah melempari kita dengan anak panahnya, khususnya kepada wanita muslimah
untuk merusak mereka, yang tugas mulia mereka untuk mendidik generasi penerus,
pencetak tokoh-tokoh ulama kaum muslimin, mereka para musuh telah menang! Telah berhasil! Dengan berbagai tipu muslihat yang
terselubung untuk memalingkan wanita dari mempelajari agamanya!
Wanita
siapapun dia, apakah sebagai ibu, saudari, putri, ataukah seorang istri mereka
butuh untuk beribadah kepada Allah diatas cahaya ilmu, karena wanita itu
seorang mukallaf (dibebani syariat) seperti kaum laki-laki. Maka dia wanita
butuh orang yang mengajarinya, membimbingnya untuk memahami hukum-hukum dalam
agamanya baik dari bapaknya, saudara laki-lakinya, suaminya atau mahromnya,
kalau tidak bisa mendapatkan ilmu dari mereka, dia bisa meminta/belajar dari
ulama.
Dan
menyia-nyiakan wanita dari mempelajari hukum-hukum agamanya maka yang
menanggung akibat dosanya adalah walinya karena dialah yang bertanggung jawab
atas wanita tersebut.
Kami memanggil dan menyeru dengan suara yang
lantang! !
Agar kita penuh perhatian terhadap bahaya yang
mengancam dimasa depan apabila kita mengabaikan wanita dari thalabul ilmi,
tidak ada yang kita dapati kelak kecuali kehancuran pada generasi muslim dimasa
yang akan datang.
Apa
yang terjadi di masa kini terhadap wanita-wanita muslimah dikarena mereka telah
mengabaikan ilmu tentang mengenal hukum-hukum agama (fiqh), sungguh menyedihkan
apa yang kita dengar dan kita lihat!!
Mereka
lebih mengenal bahkan hafal diluar kepala tentang kehidupan fulanah pemain
sinetron, atau fulanah si penyanyi, tapi… Dia tidak mengenal hukum bagaimana
bersuci/thaharoh dari haid yang di dalamnya mengandung lebih dari dua puluh
hukum syar’i.
Dia tidak faham tentang fiqh sholat, puasa,
thalaq, dst.
Hanya kepada Allaah kita mengadu, DIA lah
tempat meminta toling! Dan DIA sebaik-baik Penolong!
↪Ibnul Zauji
Rahimahullah berkata penuh penyesalan dengan keadaan wanita dan kejahilan
mereka :
”
Seharusnya seorang muslim bersemangat dalam Thalibul ilmi karena ilmu itu
cahaya yang dapat menunjukkan kebenaran. Namun sayang saya melihat kaum wanita
tidak bersemangat dibanding kaum lelaki karena itu mereka jauh dari ilmu.
Seringnya mereka memiliki tabiat yang
dikalahkan oleh hawa nafsunya, padahal seorang anak sejak masa bayinya tumbuh
menjadi besar disamping seorang ibu yang jahil dari ilmu agamanya, sehingga si
anakpun tidak oernah mendengar lantunan merdu bacaan Alqur’an dari ibunya,juga
si ibu yang tak kenal thaharoh (bersuci) dari haidh, tidak mengenal rukun
-rukun shalat juga tidak pernah mengajarkan hak-hak dalam rumah tangga ketika
anaknya akan menikah, bahkan mungkin si anak sering melihat ibunya
menunda-nunda mandi suci dari haidh, sering menyaksikan ibunya mengambil uang
suaminya tanpa ijin, bermalas-malasan ketika sholat, jika hamil berusaha
menggurkan kandungannya, dan kerusakan-kerusakan yang lain."
📚(Dari
kitab ‘Ahkamun Nisaa’ hal 4 yang ditulis oleh Ibnul Jauzi)
Rasulullah
shalallahu alaihi wassalam mengajar istri-istri beliau sampaipun mereka diberi
semangat untuk belajar menulis, juga beliau perintahkan kaum muslimin untuk
memperhatikan wanita dan menolongnya.
Beliau bersabda,
ايما
رجل كانت عنده و ليدة فعلمها فأحسن تعليمها واد بها فأ حسن تأ د يبها. ثم اعتقها و
تزوجهافله أجران
“Lelaki
mana saja yang memiliki budak wanita lalu mengajarinya dengan baik dan
mendidiknya dengan baik, lalu memerdekakan dan menikahinya, maka dia mendapat
dua pahala". (HR. Bukhari 3/195)
Wanita-wanita anshor, mereka datang kepada
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk belajar agama, dari Anas bin Malik
Radhiallahu anhu berkata :
Bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam
رحم
الله نسا ء الأ نصار يتفقهن فى الدين
“Semoga
Allaah merahmati wanita-wanita anshor, mereka faqih memahami agama.”
Kebiasaaan
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam duduk bermajelis dimasjid beliau untuk
mengajar sahabat-sahabat beliau, maka berkatalah kaum wanita :
”Ya
Rasulullah, kaum lelaki telah mengalahkan kami (dalam bermajelis denganmu),
maka berikan kesempatan untuk kami satu hari untuk belajar bersama anda”.
Betapa
semangat mereka para shahabiyah untuk thalabul ilmi!
Mereka para wanita shahabiyah yang juga ikut
serta dalam syiar-syiar Islam swperti sholat dua hari raya, haji, dll.
Mereka juga sangat bersemangat untuk belajar,
memahami agama ini, juga turut berperan dalam menolong agama ini, bahkan mereka
paling tidak rela jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam menjalani syariat
ini.
↪Dari Abi Said Alkhudri
radhiallahu anhu berkata :
“Para
wanita berkata kepada Nabi Shalallahu alaihi wassalam , “kaum lelaki telah
mengalagkan kami (dalam bermajelis dengan anda) maka berikan kesempatan kepada
kami satu hari untuk belajar bersama anda, maka beliau janjikan kepada mereka
satu hari untuk menasehati dan mengajar mereka.
Maka
antara lain yang beliau sampaikan kepada mereka :
مَا
مِنْكُمْ امْرَأةٌ يَمُوْتَ لَهَا ثَلَاثٌ مِنَ الْوَلَدِ فَتَحْتَسِبُهُمْ إلَّا دَخَلَتْ
الْجَنَّةَ. قاَلَتِ امْرَأةٌ وَاثْناَنِ قَالَ: وَاثْناَنِ.
“Tidaklah
diantara kalian seorang wanita yabg tiga anaknya meninggal lebih dahulu kecuali
akan menjadi hijab dari neraka, seorang wanita bertanya: kalau dua?
Beliau
menjawab : dan dua juga”
(Hr.
Bukhari I/36)
↪Berkata
Al hafidz ibnu Hajar dalam hadits diatas menunjukkan betapa wanita shahibiyyah
bersemangat antusias dalam mempelajari agama
(Fathul
bari I/ 236)
Karena
itulah kita harus membantu para wanita muslimah, apalagi dijaman ini sangat
diperlukan untuk menjelaskan jalan-jalan keselamatan kepada wanita sebaliknya
juga mengingatkan mereka agar waspada, hati-hati dari bahaya ancaman musuh.
🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Twitter
: @PermenCIDIS
📷Instagram
: @permencidis
📱Contact
person:
Founder
Cidis : 081221885677
BCmuslimah
: 082217062886
Semangat
belajar CIDIS :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar