BCM/17/Sirah Shahabiyah/CIDIS/050117
πΊUmmu Hisyam binti HaritsahπΊ
Ummu Hisyam binti Haritsahadalah
Putra dari Harisah bin Nu’man dari suku Najar, ibunya bernama Ummu Khalid binti
Khalid bin Ya’isy Al-Anshariyah dari suku malik, Ia memiliki empat orang
saudara yakni, Abdullah, Abdurrahman, Saudah, dan Umrah. Ayah, ibu serta semua
saudaranya berbaiat pada Nabi Muhammad SAW.
πͺ Latar belakang keluarga
Ayah Ummu Hisyam binti Haritsah,
Haritsah bin nu’man adalah seorang tokoh sahabat yang masuk islam pada
masa-masa awal. Beliau masuk Islam lewat dakwahnya Mushab bin Umair. Dan
mengajak seluruh keluarganya serta ibunya untuk masuk Islam.
Beliau sangat berbakti pada ibunya.
Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, ”Aku tidur dan bermimpi ada di
surga. Aku mendengar suara orang laki-laki membaca Al-Quran. Aku bertanya
,”Siapa orang ini? Para malaikat menjawab, Ini adalah Haritsah bin Nu’man.”Lalu
Rasulullah berkata pada Aisyah,”Itulah pahala kebajikan ,itulah pahala
kebajikan.
Nu’man adalah orang yang paling
berbakti pada ibunya. Dia selalu menyuapi ibunya dan selalu mentaati
perintahnya. Dan sepanjang usianya pernah melihat Malaikat Jibril 2 kali. Pada
peristiwa Shauran (dalan sosok Dihya) dan perang hunain.
Malaikat Jibril mengabarkan bahwa dia
dijamin rizkinya di surga. Harisah memiliki beberapa rumah yang dekat dengan
tempat tinggal Nabi. Setiap Keluarga Nabi bertambah maka dia memberikan satu
persatu rumahnya. Karena rumahnya dekat dengan rumah Nabi, maka keluarga ini
sering mengantar makanan dan membantu keperluanya selain itu keluarga ini dapat
berinteraksi langsung dengan Nabi dalam menimba ilmu Islam. Bahkan Ummu Hisyam
menghafal surah Qaf langsung dari lisan Nabi.
πSemangat tinggi dalam mempelajari
Islam
Ummu Hisyam sangat besemangat dalam
mempelajari Islan. Ia tidak berputus asa dalam menghafal Al-Quran dan hadits,
hingga ia menjadi Hafidhah dan telah meriwayatkan beberapa hadits Nabi. Rasul
telah bersabda, ”Orang yang dikehendaki Allah menjadi baik,pasti akan
dipahamkan ajaran Islam.
Rasul bersabda, ”Orang yang menempuh
perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke
surga. Para malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda senang kepada orang yang
mencari ilmu. Orang yang mencari ilmu akan dimintakan ampun oleh penduduk
langit dan penduduk bumi sampai ikan-ikan pun ikut beristighfar untuknya.
Keutamaan orang yang berilmu di banding ahli ibadah seperti keutamaan bulan
dibanding bintang lainya.
πΈMengikuti sumpah baiat Ridwan
Pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 Hijrah
Nabimengumumkann berangkat melaksanakan umrah di Makkah. kaum muslimin
menyambut dengan gembira. 1500 orang siap berangkat termasuk Ummu Hisyam.
Ketika orang Quraisy mendengar berita ini , mereka sepakat untuk menghalangi
kaum muslimin.
Sesampainya di Makkah, Nabi mengutus
Utsman bin Affan untuk berunding, terdengar kabar bahwa Utsman terbunuh, maka
kaum muslimin bersatu padu mengambil sumpah setia. Sumpah setia ini dilakukan
Rasul di bawah pohon. Umar Bin Khatab memegang tangan Rasul dan Ma’qil bin
Yasar memegang ranting pohon untuk memayungi Rasul. Sumpah setia inilah yang
disebut baiat Ridwan. Berkaitan dengan baiat ini, Allah menurunkan firmanya,
”Allah benar-benar merindhoi orang-orang mukmin ketika bersumpah setia kepadamu
di bawah sebuah pohon........ (Al-Fath :18).
Ummu Hisyam adalah salah seorang wanita
yang mengikuti baiat itu. Dan Rasul bersabda ”Tidak akan masuk neraka orang
yang bersumpah setia di bawah pohon.”
π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬
Like http://facebook.com/PermenCIDIS
dan follow Instagram IG: permencidis >> instagram.com/permencidis l
http://t.co/ulj07boRdR
PIN BBM : 57480AA3
Semangat Belajar CIDIS π
CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar