Pages

Sabtu, 02 Januari 2016

CInta Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Pendapat Ibnul Qayim Al-Jauziyah tentang Cinta
Seorang ulama yang sangat alim dan faqih, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rohimaallohu berkata di dalam kitab Al-Jawaabu liman Sa’ala ‘anid Dawaa’isy Syaafir ,
“Cinta adalah kehidupan bagi hati dan nutrisi bagi ruh. Dengan demikian, hati tidak akan merasakan kelezatan, kenikmatan, kebahagiaan, dan kehidupan kecuali dengan cinta. Seandainya hati kehilangan cinta maka deritanya lebih besar daripada derita mata yang kehilangan cahaya, telinga yang kehilangan pendengarannya, hidung yang kehilangan penciumannya, dan lidah yang kehilangan ucapannya. Bahkan petaka yang timbul karena rusaknya hati apabila kehilangan cinta yang suci dan Tuhannya yang haq lebih besar daripada rusaknya badan karena terpisah dengan ruh. Masalah ini tidak diakui kecuali oleh orang yang merasakan kehidupan dengan cinta.  Ibnul Qayyim berkata dalam kitab Ad-Daa’ud wad Dawaa’ir,” Cinta kepada wanita itu ada tiga bagian :
Salah satunya adalah cinta kepada wanita yang berarti “Taqarrub” ( mendekatkan diri kepada Allah ) dan “Thaa’at” ( taat kepada allah ), yaitu cinta kepada istrinya. Cinta ini adalah cinta yang bermanfaat karena lebih mengarah pada maksud disyariatkannya nikah oleh allah. Di samping itu, cinta ini juga lebih bisa menahan pandangan dan juga hati terhadap selain istrinya. Oleh akrena itu pecinta yang demikian itu terpuji di hadapan Allah dan manusia”
Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata ,”Bagian ketiga dari cinta adalah cinta yang di perbolehkan; seperti cinta seseorang kepada wanita yang cantik atau ia melihatnya tanpa disengaja lalu hatinya terkait padanya tetapi tidak menimbulkan maksiat. Maka orang tersebut tidak berdosa karena cintanya. Namun yang lebih baik baginya adalah menepisnya dan menyibukkan dirinya dengan yang kebih berguna. Ia harus menyembunyikan, menjaga kehormatan, dan bersabar atas bencana yang menimpanya , niscaya allah memberinya pahala dan ganti atas kesabaran serta penjagaan terhadap kehormatannya karena allah”.
Ibnul Qayyim juga telah berkata tentang cinta : “ Cinta yang terpuji termasuk dalam cinta yang bermanfaat, yaitu cinta yang bisa membuat orang yang merasakannya melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehiduoan dunia dan akhiratnya. Cinta seperti ini adalah pertanda kebahagiaan. Sedangkan cinta yang berbahaya adalah cinta yang membuat orang yang bersangkutan melakukan sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan dunia dan akhiratnya dan hal ini adalah tanda kesengsaraan.”

 bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar