Ustadz
Lutfie #OLID: Membangun Keluarga Surgawi
Part 1
CINTA
Satu hal
yang setiap orang sama jika berbicara tentang keluarga atau bahtera pernikahan
adalah cinta. Iya, semua akan sepakat itu, bahwa bicara keluarga atau
pernikahan, ada cinta disitu. Karena bisa dikatakan setiap orang sangat dekat
dengan cinta, bersebab setiap orang pula pernah mengalami jatuh cinta.
Apa itu
Cinta?
Inilah
yang sulit. Karena mengungkapkan apa itu cinta dalam kata-kata, kalimat, bahkan
paragraf itu sulit. Walaupun semua orang pernah merasakan jatuh hati. Namun,
tidak perlu panjang lebar, apalagi berdebat. Lebih bijak kita sepakati apa arti
cinta.
Dalam
kamus besar bahasa Indonesia cinta diartikan bisa dengan suka sekali, kasih
sekali, terpikat (antara laki-laki dan perempuan) dan lainnya. Dan mencintai
dimaknai menaruh kasih sayang kepada (orang atau apapun) atau menyukai.
Jika
mengacu pada itu, maka berbicara cinta sangatlah umum, tidak harus dengan lawan
jenis, bahkan tidak harus dengan seseorang. Namun bisa dengan apapun.
Dan kita
sepakati lagi saja, bahwa cinta yang dimaksud disini adalah rasa ketertarikan,
suka, sayang, nyaman dan bentuk lainnya dari seseorang kepada lawan jenisnya
dikarenakan ada suatu sebab, dan membuat orang yang terkena cinta akan terus
memikirkan, membayangkan atau teringat kepada orang yang dicintai. Penampakan
orang yang sedang dirundung cinta sangat beragam. Ada yang terus terfikirkan,
ada yang jantungnya lebih berdetak ketika melihat pujaan hati dan lain
sebagainya, setiap orang berbeda-beda. Namun ada hal yang sama, bahwa dia ingin
bersama orang yang dicintainya dan akan merasa tenang atau membayangkan nyaman
jika bersamanya.
Sehingga
berbicara cinta adalah berbicara perasaan. Karena rasa suka, rasa kasih, rasa
terpikat, rasa tertarik kepada lawan jenis muncul dari perasaan seseorang.
Lalu,
pertanyaan untuk kita sebagai seorang muslim, bagaimana Islam memandang cinta
ini? Bagaimana sikap yang benar kita terhadap cinta ini? Dan apa hubungannya
cinta dengan sebuah keluarga atau pernikahan?
Akhukum
fillah,
al Faqir
Abu Sulthan
@lutfisarif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar