
♪ Pembuktian
Cinta Sejati Hanya Dengan Menikah ♪
Pernyataan
dan kepastian teori pasti butuh bukti, pengadilan butuh bukti,
klaim tuntutan butuh bukti, keimanan butuh bukti dan tentunya cinta juga
butuh pembuktian
Jika
ada mengakui mencinta tetapi tidak menikahi atau segera menikahi maka itu semua
hanya cinta kasih yang menjelma saja dalam pandangan mata yang
berfatamorgana.
Walaupun
yang diumbar adalah sajak romantis yang mengalahkan merdu kicauan burung,
walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embuh dan
walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita.
Semuanya tanpa pernikahan adalah semi palsu bahkan tipu daya.
Mengapa?
karena orang yang paling mengetahui hakikat pembuktian cinta mengatakan bukti
cinta adalah menikah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
لم ير للمتحا بين مثل النكاح
“Tidak
diketahui [yang lebih bermanfaat] bagi dua orang yang saling mencinta
semisal pernikahan” [HR. Ibnu Majah)
Ulama
pakar hati Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,
وقد اتفق رأي العقلاء من الأطباء وغيرهم في مواضع الأدوية أن شفاء هذا الداء في التقاء الروحين والتصاق البدنين
“Sungguh
para dokter dan yang lainnya bersepakat dalam pandangan orang-orang yang
berakal mengenai pengobatan,bahwa obat dari penyakit ini [mabukcinta] adalah
bertemunya dua ruh dan menempelnya dua badan [yaitu menikah]”.[Raudhatul
Muhibbin hal. 212)
Pembuktian
cinta…
Bukan
dengan bunga mawar yang diberikan dengan berlutut
Bukan
dengan coklat dalam bingkisan pita
Apalagi
pembuktian cinta dengan melepas keperawanan, wal’iyadzu billah
Sekali
lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah!
http://muslimafiyah.com/pembuktian-cinta-sejati-hanya-dengan-menikah.html
Penyusun:
Raehanul Bahraen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar