Bismillahirrohmaanirrohiim.
Assalamu'laykum Warrohmatullohi Wabarokaatuhu
Assalamu'laykum Warrohmatullohi Wabarokaatuhu
Ibnul Hazm Al-Andalusi - Rohimahullohu berkata pada 'kurus karena cinta' dari kitabnya yang berjudul ' Thauqul Hamaamah fil Ulfah wal alaaf'
gelora api cinta yang bersemayam dalam jiwa seseorang bila terhalang oleh jarak dan waktu atau terpendam tanpa terungkap, pasti cinta itu hanya akan menjadikan orang tersebut diliputi penderitaan sehingga tubuhnya kurus kering. barangkali baginya cinta hanya selalu menghadirkan rasa sakit berkepanjangan , hal semacam ini akan selalu dan terus menerus terjadi di tengah-tengah kehidupan kaum muda.
Sakit karena cinta bukanlah sakit layaknya penyakit yang bisa dideteksi secara media oleh seorang dokter handal sekalipun. Seorang penyair membuat syair sebagai berikut :
dokter berkata padaku
Berobatlah, enkau sakit
Tak seorang pun tahu sakitku selain aku sendiri
yaa.. Tuhan Yang Maha Kuasa,
Maha Merajai, dan Maha Agung
Haruskah kusembunyikan sakitku
Biar disingkap oleh tangis dan diam berkepanjangan
oleh layu pancaran wajah dan gurat kutus tubuhku
Selanjutnya, dampak alami cinta sebagaimana yang dialami oleh setiap pemuda dan pemudi pada fase usia ini; mereka mencintai dengan cinta yang menghanyutkan dan membinasakan. Ia berangan-angan seandainya setiap detik hidup bersama dengan kekasihnya. Masing-masing bermimpi suatu hari kelah mereka mendengar genderang pengantin mengiringi langkah mereka menuju satu kehidupan yang menyatukan mereka berdua dalam cinta, kehangatan, kemesraan, dan ketulusan.
Kalian berdua saling mencinati sebagaimana yang biasa terjadi pada anak muda di dunia ini. kalian memiliki keinginan-keinginan yang menggelora dan perasaan kalian menggebu-gebu. Emosi kalian memuncak sampai batas yang gunung pun enggan memikulnya. Lantaran aoa yang akan terjadi dengan hati kalian berdua yang lembut, kecil, dan lemah. Sementara kalian setiap hari menyaksikan potret-potret cinta dalam kehidupan dan media-media informasi yang membuat emosi semakin menjulang, hati saling memeluk, nafas pun tersumbat, perasaan gundah gulana, air mata bercucuran, hingga gema detak jantung kalian pun mengalahkan desis suara alam di luar sana.
Aku katakan pada kalian : "Inilah satu-satunya harta yang dimiliki oleh pemuda di dunia pada usia ini."
Inilah yang terjadi pada gadis muslimah abad XXI M ketika ditanya :"Apakah Cinta itu ?" ia menjawab : " Cinta adalah perasaab luhur antara dua insan, MAsing-masing tidak menginginkan lagi selain kesuksesan dan kebahagiaan orang yang dicintainya, Atau perasaan damai yang meliputi dan melindunginya dari badai kehidupan dan dinginnya kesendirian. Atau pandangan lembut yang dirasakan oleh dua orang yang saling mencintai. Apakah cinta berujud kata-kata yang makna-maknanya mampu menyatukan dua hati serta menebar senyum di wajah orang yang mendengarnya, menghilangkan kesedihan dan memperkuat hasrat ?"
Apakah cinta adalah rasa damai, lega, dan tenang bila berada di sisi orang yang paling dikasihinya ? ataukan cinta adalah perasaan malu seorang wanita yang tersipu ketika nama kekasihnya disebut ? ataukah cinta itu gemetarnya tangan seseorang dan berlinangnya air mata kebahagiaan di kedua matanya setiap kali terlintas wajah sang kekasih dalam hayalnya ?
Itukah CINTA ? Apakah Cinta itu berawal dari pandnagan penuh kasih, bahasa lembut tatapan mata, atau dari senyuman cinta dan kerinduan yang dilukiskan oleh pengorbanan, usaha , dan kesungguhan untuk mewujudkan segenap impiannya. Apakah cinta merupakan akhir kesulitan, mahkota senandung dan lagu untuk menobatkan impian yang paling agung guna mewujudkan cita-cita kekasihnya. Setelah itu mereka berada di kebun cinta dan taman kebahagiaan kedua insan yang hidup dalam hari-hari agung dengan diikat oleh cinta dan kesatuan untuk selamanyaa. Benarkah itu arti Cinta ? Ataukah cinta itu alunan lagu-lagu merdu, untaian kata-kata kekasih yang disenandungkan di saat-saat yang paling indah dan maknanya adalah asa terluhur.
Apakah sebenarnya engkau wahai cinta ? apakah engkau adalah siksaan, kesedihan, kecemburuan, kesulitan tanpa batas, luka tanpa obat, atau penyesalan atas apa yang telah berlalu ?
Sungguh cinta adalah warna-warni bunga nan menawan, keharumannya mempesona dan sentuhannya menggiurkan namun penuh dengan duri yang membuat nyeri, mengalirkan darah, lukanya tak bisa terobati, dan bekasnya pun tidak bisa menghilang, bahkan masa-masa menjadi snagat menyiksa. ( Majalah Kalimatunaa, , edisi 50 Februari tahun 24004 M )
Ibnu Hazm AL-Andalusi rohimahullahu, adalah seorang muslim yang alim lagi faqih. , yang menulis kitabnya yang berjudul Thauqul Hamaamah fil Hubb wal Muhibbiin dan ia tidak merasa malu melukiskan perasaan para pecinta meskipun ia adalah orang yang alim dan faqih. Hal itu karena agamanya tidak melarang beliau untuk menjelaskan cinta dan halusnya pengungkapan beliau sepura goncangan orang-orang yang mencinta, sebagian orang-orang mengira bahwa beliau telah gila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar