Pages

Rabu, 13 Januari 2016

Membangun keluarga surgawi part 9

Bismillahorrohmaanirrohiim
Assalamu'alaykum warrohmatullohi wabarokatuhu

BCM/18/Ilmu nikah / cidis / 140116


🌸Membangun Keluarga Surgawi🌸
Part 9

Cinta Karena Allah ta'ala
Bagian Kedua

Cinta karena Allah ta'ala yang terakhir ini adalah sebagaimana pengertian cinta terdahulu. Bahwa cinta yang dimaksud adalah ketertarikan kepada lawan jenis bukan mahram. Sehingga cinta karena Allah adalah mencintai, atau mempunyai rasa ketertarikan kepada lawan jenis bukan karena alasan dan motivasi apa-apa, kecuali hanya karena Allah ta'ala yang menjadi alasan dan motivasi utamanya.

Cinta seorang hamba hanya dituangkan dalam bahtera rumah tangga. Dan ketika rasa itu tiba kepada seseorang, maka hanya bisa diuangkapkan dalam pernikahan. Sehingga alasan dan motivasi utama mencinta seseorang, dimana kelak ia menjadi pasangan dalam mahligai rumah tangga adalah karena Allah ta'ala.

Islam sudah jelas memberikan pertimbangan utama bagi sesiapa yang ingin mencinta, memadu kasih dalam bahtera rumah tangga. Yakni karena agama yang ia miliki, maka ia layak dan pantas dinikahi. Karena keteguhan ia dalam beragama, maka ia mengalahkan segalanya. Paras wajah, harta dan segala pernak-pernik lainnya adalah nomor sekian setelah agama yang ia miliki. Begitulah mencinta karena Allah ta'ala. Agama is number one !

Artinya, baik laki-laki ataupun perempuan melihat sesiapa yang ia akan cintai dan menjadi pendamping hidup adalah karena keteguhan, keistiqamahan, ketaatan dalam mengamalkan agama Islam yang mulia ini. Segala fikiran, ucapan dan aktivitasnya adalah berdasarkan perintah maupun laranganNYA.

Sehingga tatkala seorang pria menjadi suami, ia mampu menjadi nahkoda (pemimpin) rumah tangga yang membawa ke surga Allah ta'ala. Dan tatkala seorang wanita menjadi istri, maka ummun wa rabbatul baiti (ibu pendidik generasi emas Islam, dan pengatur urusan rumah tangga) melekat padanya.

Mereka senantiasa memahami dan benar-benar melaksanakan kewajiban mereka sebagai sepasang kekasih. Semua hak-hak di antara mereka tertunaikan. Orientasi, visi, misi, arah, tujuan, target dan pengharapan dalam berumah tangga adalah ridha Allah ta'ala. Dan bersama berkumpul dalam surgaNYA kelak. Menjadi keluarga surgawi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi” (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَعُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعِيْدٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ أَخْبَرَنِي سَعِيْدُ بْنُ أَبِي سَعِيْدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ  ِلأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

"Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, Muhammad bin Al Mutsanna dan ‘Ubaidullah bin Sa’id mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari ‘Ubaidillah telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Abu Sa’id dari ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung."

(Shahih Muslim 1466 – 53 )

وَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

تَزَوَّجْتُ اِمْرَأَةً فِي عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَقِيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا جَابِرُ تَزَ
وَّجْتَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ بِكْرٌ أَمْ ثَيِّبٌ قُلْتُ ثَيِّبٌ قَالَ فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ لِي أَخَوَاتٍ فَخَشِيْتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِي وَبَيْنَهُنَّ قَالَ فَذَاكَ إِذَنْ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِيْنِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاك

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari ‘Atha` telah mengabarkan kepadaku Jabir bin Abdullah dia berkata:

Saya menikah dengan seorang wanita pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu saya bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bertanya: Wahai Jabir, apakah kamu telah menikah? Saya menjawab; “Ya”. Beliau bertanya lagi: “Dengan seorang gadis atau janda?” Saya menjawab; “Dengan seorang janda”. Beliau bersabda: “Kenapa kamu tidak memilih yang masih gadis, hingga kamu bisa mencumbunya dan dia bisa mencumbumu?” Saya menjawab; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki saudara-saudara perempuan, dan saya khawatir jika dia (gadis) melunturkan hubungan baik antara saya dengan mereka.” Lalu beliau bersabda: “Jika demikian maka tidak masalah, sesungguhnya seorang wanita dinikahi karena agamanya, hartanya, dan kecantikannya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.”

(Shahih Muslim 715 – 54 )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Dari Abu Muslim al-Khaulani radhiyallahu ‘anhu dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, dengan sabdanya, ‘Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.'”

Abu Muslim radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Kemudian aku keluar hingga bertemu ‘Ubadah bin ash-Shamit, lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Mu’adz bin Jabal. Maka ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, yang berfirman, ‘Cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling tolong-menolong karena-Ku, dan cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku.’ Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ahmad; Shahih dengan berbagai jalan periwayatannya)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi; Shahih)

Akhukum fillah,
al Faqir Abu Sulthan
@lutfisarif


Like http://facebook.com/PermenCIDIS dan follow Instagram IG: permencidis >> instagram.com/permencidis l http://t.co/ulj07boRdR

PIN BBM : 57480AA3

Blog: permencidis.blogspot.com

Telegram.me/permencidis

Semangat Belajar CIDIS 😊

CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar