Pages

Rabu, 27 Januari 2016

Curhat dooong

Cari Perhatian ?? ke Allah Saja
Sahabat muslim, sudah lama yaa nunggu edisi blog kali ini, yaapz Alhamdulillah artikel  ini sudah selesai, semoga bacaan ini bisa bermanfaat terutama bagi kaum muslimah atau akhwat. Kali ini mau bahas bagaimana sih kita bisa menjaga diri?
Menjaga diri seorang perempuan..

Eitss, maksudnya perempuan juga punya harga diri looh.. harga diri yang amat sangat mahal, jika ada yang bertanya “ Berapa harga diri seorang perempuan?” jangan langsung pake kekerasan jawabnya, tapi kamu bisa menjawab dengan bangga “Ridha Allah plus surga dengan segala isinya, dan jangan ragu, teriakkan dengan lantang bahwa harga diri seorang perempuan Cuma satu jawabnya yaitu ISLAM ! okay :D
Nah sudah mengerti kan bahwa martabat seorang muslimah sangatlah mahal, makanya perlu dijaga baik- baik yaa dari godaan syahwat maupun hawa nafsu diri kalian :)
Pernah denger kan hadist ini, Rasulullah pernah bersabda : “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik- baik perhiasan adalah wanita sholihah".

Udah tahu, ukhti perhiasan kenapa mesti diobral kesana kemari??
Bicara tentang cari perhatian, berarti bicara tentang soal cinta yang awalnya lah berawal dari situ. Yuuk kita telusuri cinta menurut buku Ust. Felix Siauw yang mengerti lebih detailnya hhehe:D
Hampir yang kita temui mereka mencari cari perhatian lewat jalur ini, jalur undangan kalii yee hhehe, Cinta itu adalah fitrah manusia. Kita manusia biasa yang memiliki cinta tiada yang salah karena cinta adalah anugerah. Justru cintalah yang memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan dan menerbitkan harapan. Tiada masalah ada cinta pada manusia dan tiada pernah pula Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa. Allah turunkan cinta agar dua insan dapat bersama dalam bahtera asa.
“Dan di antara tanda- tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri- istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadaNya dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda- tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Al Rum: 21)
Namun cinta ternyata bisa dimaknai sebagai potensi maksiat, juga bisa dimaknai sebagai potensi taat. Makna cinta itu sangatlah luas, maka jangan disempitkan dengan syahwat, kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan hanya dengan perilaku maksiat. Islam adalah agama yang mengajarkan cinta kasih. Cinta dari seorang suami kepada istrinya dan sebaliknya, cinta dari ayah-umi ke anak dan sebaliknya, sesama saudara, sesama manusia, dan seterusnya.
Islam tidak pernah mengharamkan cinta, Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridor yang semestinya. Islam mengatur bagaimana menunaikan cinta kepada orangtua, cinta kepada saudara saudara seiman, cinta kepada sesama manusia, juga tentu cinta kepada lawan jenis. Bila kita bicara cinta di antara lawan jenis, satu- satunya jalan adalah pernikahan yang dengan semuanya cinta jadi halal dan penuh keberkahan. Insya Allah :) 
Nah, terus bagaimana cara ane menjaga diri dari pengaruh syahwat apalagi sudah terkena VMJ  (virus merah jambu) tapi ana belum siap menikah ? “ ujar pertanyaan akhwat satu ini “
Tuh kan, udah tahu belum siap, masih coba- coba mengumbar cinta, jangaan doong :(

coba alihkan cinta ke jalan yang bermanfaat lagi halal dan berkah dunia akhirat. Berjuang di jalan Allah misalnya, jadi pengemban dakwah Islam, menulis buku cerpen, novel, artikel  islam (syukur- syukur jadi penulis buku), dan menyampaikan kebaikan- kebaikan dari Allah dan RasulNya kepada seluruh umat manusia, seru kan??
Sebenarnya cinta itu hanya perasaan yang muncul karena terbiasa dan hilang pula karena terbiasa, memang diperlukan waktu yang cukup lama untuk menenangkan diri, dan membiasakan hal- hal lainnya yang enggak bermaksiat tapi malah dapat pahala.
“Dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)
By: Khanza Aulia #kpc_bodecisu #cidisdepok1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar