Ustadz Lutfie #OLID: Membangun
Keluarga Surgawi
Part 6
Putusin Pacarmu Sekarang !
Pacaran adalah haram (terlarang)
menurut Islam, sehingga putusin saja pacarmu sekarang dengan niat karena Allah
ta’ala. Hadirkan pertaubatan dengan kesungguhan, sudahi saja jeratan-jeratan
syaitan ini. Jangan pacaran. Menikahlah dengan ridha Allah ta’ala.
Jika sulit bagimu untuk memutuskan
pacarmu dengan bertemu langsung. Tak apalah tatkala engkau menuliskan dengan
pena. Engkau sampaikan padanya, bahwa hentikan dan sudahi ikatan haram ini,
pacaran.
Jika sulit menulis kata-kata untuk
dirinya, ada seuntai contoh risalah dari Ustadz Salim A. Fillah dalam buku
beliau, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Silahkan, jika bermanfaat untuk
menyudahi hubungan kelam pacaran. Dan menuju cinta sejati, kepada Allah ta’ala
semata. Contoh ini, dari perempuan ke laki-laki. Namun berlaku sebaliknya,
silahkan disesuaikan.
Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa
barakaatuh,
Ba’da tahmid dan shalawat . . .
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera
memperbarui taubat.
Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak
pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus-menerus Memperhatikan
dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terkahir malam. Yang
siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki
Segalanya.
Maaf akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah,
kecil, dan kerdil di depanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan,
akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu.
Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat,
Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini
pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling
pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang
belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng
motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang
lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi
semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia
mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha
Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya,
tidak pada selainNya. Tapi tak Cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya,
kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua
larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insyaallah, Dia
punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau
selalu berusaha menjaga diri dati hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan
dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, wanita shalihah yang pasti
jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menajaga agamamu,
agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan
pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.
Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah
ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya,
saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita
berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan
mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum
kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih
sejuk dari krim beku.
Maaf, akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini
merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselematan dunia
akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insyaallah.
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Akhukum fillah,
al Faqir Abu Sulthan
@lutfisarif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar