BCM/ 10/ Ilmu Pernikahan/ CIDISMendunia/181115
Membangun Keluarga Surgawi
Part 2
💞Cinta Memang Fitrah💞
Sebagaimana definisi cinta yang telah kita bahas sebelumnya, cinta bisa dirasakan oleh siapa saja.
Tua muda, kaya miskin, konglomerat atau kolongmelarat, berpendidikan atau tidak, semua orang punya kecenderungan kepada lawan jenis.
Cerita cinta selalu ada sejak zaman Fathimah dan Ali, Romi dan Juli, atau bahkan hingga Raffi dan Gigi. Cinta selalu mewarnai kisah perjalanan manusia.
Seakan tak pernah habis cerita tentang cinta. Ada yang cinta segitiga atau segiempat. Cinta bertepuk sebelah tangan, cinta antara dua sejoli yang selisih usia terpaut puluhan tahun, cinta antara si kaya pada si miskin, cinta beda agama, atau cerita si cantik pada si buruk rupa seperti kisah pada film animasi beauty and the beast atau shrek.
Cerita cinta yang kadang tak masuk akal itu akhirnya membuat kesimpulan cinta itu buta. Jika diibaratkan penyakit, cinta bisa diidap oleh siapapun tak mengenal usia, harta, kasta, tahta, atau agama.
Semua orang punya cinta. Sebab manusia memang diciptakan oleh Allah dengan fitrah untuk memiliki kecenderungan pada lawan jenis dan berkasih sayang.
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis eras, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga)." (TQS. Ali-Imran: 14)
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dijadikan aku menyukai wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mata hatiku di dalam shalat.” (Diriwayatkan an-Nasa’i dan al-Hakim)
Anugrah ini berpotensi untuk mencintai dan dicintai. Ini lumrah dan sangat wajar. Ini pun manusiawi karena tanpa fitrah kasih sayang bagaimana manusia hendak melestarikan jenisnya?
Cinta memang fitrah, sudah satu paket dengan diciptakannya satu orang manusia. Jadi tidak pernah salah orang jatuh cinta. Melainkan banyak orang tergelincir dalam mengekspresikan cinta.
Cinta yang terbalut syariat adalah fitrah yang begitu indah. Namun sebaliknya, jika nuansanya adalah maksiat, fitrah itu berbalik menjadi fitnah.
Kurang lebih inilah salah satu pandangan Islam terhadap cinta. Bahwa cinta itu fitrah, cinta memang fitrah.
Berikutnya bagaimana sikap benar kita seorang muslim terhadap cinta? Bagaimana pula hubungannya cinta dengan membangun keluarga surgawi?
Akhukum fillah,
al Faqir Abu Sulthan
@lutfisarif
💞💞💞
BERSAMBUNG...
Tunggu PART berikutnya yaa 😊
🐤Twitter : @PermenCIDIS
👤FB : https://m.facebook.com/PermenCIDIS
📷Instagram : @permencidis
Blog : permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis
PIN BBM CIDIS: 57480AA3
Semangat Belajar CIDIS 😘
CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta
Membangun Keluarga Surgawi
Part 2
💞Cinta Memang Fitrah💞
Sebagaimana definisi cinta yang telah kita bahas sebelumnya, cinta bisa dirasakan oleh siapa saja.
Tua muda, kaya miskin, konglomerat atau kolongmelarat, berpendidikan atau tidak, semua orang punya kecenderungan kepada lawan jenis.
Cerita cinta selalu ada sejak zaman Fathimah dan Ali, Romi dan Juli, atau bahkan hingga Raffi dan Gigi. Cinta selalu mewarnai kisah perjalanan manusia.
Seakan tak pernah habis cerita tentang cinta. Ada yang cinta segitiga atau segiempat. Cinta bertepuk sebelah tangan, cinta antara dua sejoli yang selisih usia terpaut puluhan tahun, cinta antara si kaya pada si miskin, cinta beda agama, atau cerita si cantik pada si buruk rupa seperti kisah pada film animasi beauty and the beast atau shrek.
Cerita cinta yang kadang tak masuk akal itu akhirnya membuat kesimpulan cinta itu buta. Jika diibaratkan penyakit, cinta bisa diidap oleh siapapun tak mengenal usia, harta, kasta, tahta, atau agama.
Semua orang punya cinta. Sebab manusia memang diciptakan oleh Allah dengan fitrah untuk memiliki kecenderungan pada lawan jenis dan berkasih sayang.
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis eras, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga)." (TQS. Ali-Imran: 14)
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dijadikan aku menyukai wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mata hatiku di dalam shalat.” (Diriwayatkan an-Nasa’i dan al-Hakim)
Anugrah ini berpotensi untuk mencintai dan dicintai. Ini lumrah dan sangat wajar. Ini pun manusiawi karena tanpa fitrah kasih sayang bagaimana manusia hendak melestarikan jenisnya?
Cinta memang fitrah, sudah satu paket dengan diciptakannya satu orang manusia. Jadi tidak pernah salah orang jatuh cinta. Melainkan banyak orang tergelincir dalam mengekspresikan cinta.
Cinta yang terbalut syariat adalah fitrah yang begitu indah. Namun sebaliknya, jika nuansanya adalah maksiat, fitrah itu berbalik menjadi fitnah.
Kurang lebih inilah salah satu pandangan Islam terhadap cinta. Bahwa cinta itu fitrah, cinta memang fitrah.
Berikutnya bagaimana sikap benar kita seorang muslim terhadap cinta? Bagaimana pula hubungannya cinta dengan membangun keluarga surgawi?
Akhukum fillah,
al Faqir Abu Sulthan
@lutfisarif
💞💞💞
BERSAMBUNG...
Tunggu PART berikutnya yaa 😊
🐤Twitter : @PermenCIDIS
👤FB : https://m.facebook.com/PermenCIDIS
📷Instagram : @permencidis
Blog : permencidis.blogspot.com
Telegram.me/permencidis
PIN BBM CIDIS: 57480AA3
Semangat Belajar CIDIS 😘
CIDIS Mendunia, Tersebar Karena Cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar