Pages

Sabtu, 14 November 2015

DENGARLAH DAN PILIHLAH YANG TERBAIK...

Bismillahirrohmaanirrohiim

DENGARLAH DAN PILIHLAH YANG TERBAIK...


Seringkali kita dapati orang suka berkata dan tidak suka mendengar. Bila dia berkata-kata, orang lain hanya Menjadi dengar. Anehnya, bila orang lain berkata terus, dia potong dan tidak mau dengar hingga habis perbincangan itu.

Sedangkan, Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Zumar, ayat 18:

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

Maksudnya: yaitu mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

Al-Shaikh Abu Bakr Al-Jaza'iri rahimahullah merumuskan bahawa antara pengajaran ayat ini adalah:

"فضيلة أهل التمييز والوعي والإِدراك الذين يميزون بين ما يسمعون فيتبعون الأحسن ويتركون ما دونه من الحسن والسيء."

Maksudnya: "Fadhilat (keutamaan) orang-orang yang membedakan dan memahami secara menyeluruh sesuatu percakapan; yaitulah mereka yang dapat membedakan perkara yang mereka dengar. Seterusnya mereka mengikuti yang terbaik dan meninggalkan yang buruk."

Justru, di dalam mensyurat dan perbincangan, bila giliran orang lain berucap; hormatilah dan dengarlah dengan baik.

Setelah dia selesai berucap atau berkata, barulah kita membalas. Caranya?

Lihatlah berikut:

SEBUTLAH DAN PILIHLAH YANG TERBAIK...

Apabila kita diberi peluang untuk berucap dan berkata, atau apabila kita perlu berkata, sebutlah perkataan-perkataan yang benar saja.

Lihatlah firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Ahzab ayat 70:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Maksudnya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Apakah hasilnya?
Hasilnya adalah:

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Maksudnya: niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Ingatlah bahawa syaitan sentiasa mencari peluang untuk merusakkan hubungan sesama kita. Cara mengatasi tipu daya syaitan dalam perkara ini adalah dengan memilih perkataan yang hendak diucapkan dan hanya berkata dan menyebut perkataan yang terbaik saja.

Telitikanlah firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Isra' ayat 53:

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا

Maksudnya: Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Al-Imam al-Qurtubi rahimahullah mentafsirkan ayat ini, antara lain dengan berkata:

وقالت طائفة: أمر الله تعالى في هذه الآية المؤمنين فيما بينهم خاصّةً، بحسن الأدب وإلانةِ القول، وخفض الجناح وٱطّراح نزغات الشيطان.

Maksudnya: Sebagian ulama berkata, "Allah Ta'ala memerintahkan dalam ayat ini kepada orang-orang yang beriman sesama mereka secara khusus; agar memperbaiki adab dan melembutkan percakapan serta berlembut dan menolak gangguan syaitan."

Ucapkanlah perkataan yang senantiasa menyuruh dalam kebaikan. Lebih baik diam dari pada mengeluarkan kata-kata yg tidak ada manfaatnya.
 
Begitulah indahnya Islam, sentiasa menggalakkan agar kita melakukan yang terbaik, semoga bermanfaat.
 
15 November 2015

..................................................................
_Semangat belajar CIDIS_

Twitter  : @PermenCIDIS
FB : https://m.Facebook.com/PermenCIDIS
Instagram : @Permencidis
Blog : permencidis.blogspot.com
BBM : 57480AA3

-CIDIS mendunia, tersebar karena cinta-
..................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar