Pages

Minggu, 04 Oktober 2015

-- Keharmonisan dalam Rumah Tangga --

TIGA HAL TINGKATKAN KEHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA, MANDI BARENG JUGA PERLU

Ada kalimat yang sangat penting yang di sampaikan oleh fudhail bin lyadh" seorang berilmu belumlah beranjak dari kebodohan atas apa yang di ilmuinya, hingga dia mengamalkannya."
Sebagai umat nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam  idealnya. Setiap muslim Hidup berbahagia dari segala sisinya, termasuk urusan rumah tangga.
Tetapi apa yang terjadi ? Masih tidak sedikit rumah tangga muslim yang hidup tidak bahagia, tidak harmonis dan cenderung hubungan suami istri tidak bener-bener memancarkan cahaya ilahi. Mengapa bisa terjadi ?

Kalo di tinjau dari berbagai sudut pandang keilmuan, boleh jdi banyak faktor. Tetapi, jika kita utamakan apa yang di sampaikan fudhali bin lyadh, boleh jadi masih belum adanya komitmen tinggi untuk meneladani nabi Muhammad ahalallahu 'alaihi wassalam yang seluruh hidupnya sangat bahagia terutama rumah tangganya.

Dengan kata lain, ada yang sudah di pahami dari sosok nabi namun belum bener-bener mau di amalkan, utamanya dalam hal interaksi suami istri.
•Bercanda Ria
Belakangan ini, sering muncul berita Sumi istri bertengkar hebat hingga terjadi tindakan-tindakan di luar akal sehat.sekali lagi, banyak faktor yang menjadi pemicunya. Tetapi kalo itu terjadi pada kelurga muslim sudah sangat jelas bahwa hubungan pasanga tersebut tidak seperti yang nabi contohkan.
Nabi tidak pernah memarahi istri, apalagi sampai memaki-maki, tidak ada sejarahnya nabi melakukan itu. bahkan, dalam hal, memanggil istrinya pun nabi penuh dengan keharmonisan" yaa khumairah" panggilan kepada Aisyah Radiyallahu 'Anha yang artinya wahai yang kemerah-merahan."
Sekiranya para suami memanggil istrinya dengan panggilan kasih sayang, penuh keharmonisan, agak sulit rasanya sebuah pertengkaran bisa tersulut apalagi sampai terjadi dan membesar. Hebatnya nabi, bukan hanya memanggil istrinya dengan panggilan kasih sayang, tetapi juga beliau menyediakan waktu untuk bercanda dengan istri.
Satu diantaranya bisa kita simak dari apa yang dituturkan sayyidah Aisyah Radiyyalahhu'anha" aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shallallahu 'ala ini wassalam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air."(HR. Mutafafaqun'alaih)
Artinya, nabi mampu dan mau memanfaatkan moment-moment tertentu yang secara syari'ah merupakan kewajiban dengan di sertai komunikasi dan interaksi yang intens bersama sang istri. Setidaknya hadist di atas menggambarkan bahwa betapa nabi tidak kaku, mononton, apalagi monopoli dalam membangun komunikasi dan interaksi bersama sang istri. Canda ria tentu ada di dalamnya.

Pertanyaannya kemudian adalah, seberapa sering para suami mengajak bercanda istrinya, sebagaimana nabi melakukannya ?
Pernah suatu ketika seorang Dai bertutur mengenai pengalamannya mengatasi seorang istri yang sedang kurang mood alias ngambek. Setiap kali di deketi wajahnya cemberut.lalu sang Dai itu pun berkata sembari mencubit pipi istrinya," apakah engkau akan terus marah sementara marah itu Allah dan RasulNYA larang wahai istriku yang sesungguhnya sangat baik dan mulia seperti sayyidah Aisyah Radiyallahu 'anha?" Mendengar ucapan tersebut sang istri langsung tersipu malu.

•Selalu Mencium Istri
Subhanallah, indah sekali ajaran Islam ini. Nabi Muhammad Shallallahu 'alami hi wassalam tidak pernah ketinggalan apalagi sampai lupa mencium istri-istrinya setiap hari, bahkan hendak ke luar ke masjid mendirikan sholat.
" bahwa nabi Shallallahu 'alami hi wassalm mencium sebagian istrinya  kemudian keluar melakukan sholat tanpa wudhu terlebih dahulu." ( HR. Ahmad ).
Tetapi, fenomena sekarang berbeda. Para suami saking sibuknya tak sempet lagi pamit secara langsung apalagi sampai mencium istrinya kala hendak berangkat kerja atau menunaikan suatu haruskan yang katanya sangat penting.

Padahal, jika mau di kalkulasi, setiap hendak sholat nabi Shallallahu 'alaihi wassalam selalu mencium istrinya, maka dalam 24 jam lima kali ciuman sudah pasti buat sang istri.

•Makan Berdua
Selain sudah pasti mencium istrinya. Rasulullah juga makan dan minum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya.
Dari Aisyah Radiyallahu'anha ia berkata :" saya dahulu biasa makan his ( sejenis bubur ) bersama nabi Shallallahu 'alaihi wassalam ( HR. Bukhori dalam adabul mufrod )
Kemudian " aku minum dari gelas yang sama ketika haid, lalu nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut lalu beliau minum." ( HR. Abdurrazzaq dan Said bin Manshur dan Riwayat Lain Yang senada dengan Muslim )

Jika dengan tiga hal ini nabi mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah warrahmah. Mengapa tidak kita selaku umatnya juga meneladaninya. Sungguh amalan nabi di atas sudah terbukti ampuh menjauhkan dari prahara buruk dalam rumah tangga. Tidakkah kita ingin mengamalkannya ? Wallahu'alam bishshowwab.

Sumber : hidayatullah.com

.blogspot.co.id/2012/09/zainab-binti-khuzaimah-ra.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar